Soal Krisis Oksigen, Sekda Tabanan: Suplai Oksigen Diatur Provinsi

TABANAN – Kelangkaan oksigen untuk kepentingan medis di Kabupaten Tabanan juga tidak dimungkiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila. Saat dikonfirmasi Rabu (21/7/2021) Susila berharap kebutuhan oksigen setiap hari masih bisa tercukupi.

“Kami maklumi semua rumah sakit di Bali ini semua berperan aktif dalam pandemi di samping perawatan pasien umum lainnya. Kebutuhan oksigen jadi atensi kami,” kata Susila.

Sejauh ini, sambungnya, distribusi oksigen yang kini diatur provinsi sudah berjalan. Meskipun pasokan yang diterima terbatas.

Baca juga: Menko Airlangga: Pemerintah Fokus Lindungi Pekerja, Perusahaan & UMKM

“Dalam artian kalau dulu bisa dirancang untuk keperluan satu minggu atau sepuluh hari ke depan, sekarang tiap hari dikirim. Saya tidak hafal berapa kebutuhan masing-masing rumah sakit di Tabanan,” sebutnya.

Dia menegaskan, situasi yang membuat was-was saat ini karena kebutuhan yang telah dirancang kini hanya bisa dipenuhi untuk satu hari. Selain itu, dia memastikan, kelangkaan ini tidak sampai berimbas pada pelayanan.

“Tidak ada mengurangi pelayanan, gara-gara oksigen diirit, sehingga kematian melonjak. Karena kami selalu koordinasi dengan provinsi. Standar perawatan bagi yang terkonfirmasi positif tidak bisa diabaikan,” tegasnya.

Sebelumnya Kadiskes Tabanan menyebutkan sejumlah RS di Kabupaten Tabanan krisis oksigen. Dari 10 RS di Tabanan, delapan mengalami kelangkaan oksigen. Bahkan, stok oksigen di rumah sakit pemerintah, yakni BRSUD Tabanan hanya cukup untuk sampai Rabu (21/7).

“Hari ini (Rabu, Red) kalau tidak ada pengiriman oksigen dari Provinsi kami tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya oksigen hanya bisa digunakan sampai saat ini mengingat kebutuhan begitu banyak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika Rabu (21/7).

Sumber Radar Bali

Leave a Reply