Racik Ekstasi Sudah Empat Bulan, Produksi Ratusan Butir Per Minggu

DENPASAR – Penangkapan Sam To di Denpasar mengungkap fakta mengejutkan. Ternyata, pria asal Riau itu sudah me,produksi ekstasi sejak empat bulan terakhir.

“Pelaku mengaku sudah memproduksi selama empat bulan terakhir,” kata Kapolresta Denpasar, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan dalam rilis di Mapolresta Denpasar, Kamis (22/7/2021).

Meski hanya memproduksi ekstasi skala rumahan, Sam To dalam interogasi di kepolisian mengaku bisa memproduksi hingga ratusan butir per minggu. Ekstasi itu kemudian dia jual dengan harga ratusan ribu per butir.

Baca juga: Ketua DPRD Badung Putu Parwata Juga Tertular Covid-19

“Dia bisa memproduksi hingga ratusan butir per minggu dan menjualnya dengan harga dua ratus ribuan,” tandas Jansen.

 

Diberitakan sebelumnya, Satres Narkoba Polresta Denpasar menangkap Sam To di rumahnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan. Dari penangkapan itu, polisi menyita batang bukti 286 butir ekstasi seberat 92,92 gram dan dan serbuk ekstasi dengan berat bersih 106,92 gram.

Selain itu juga ditemukan sejumlah merek obat bahan baku ekstasi dan juga mesin pencetak pil ekstasi. 

Pengungkapan ini menurut Jansen bermula dari adanya kecurigaan petugas terhadap pelaku sebagai pengedar narkoba jenis ekstasi. Kemudian Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 Wita, tersangka terlihat mengendarai sepeda motor melewati Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan dengan melawan arus lalu lintas menuju Halte Bus Sidakarya, Denpasar Selatan.

Sam To yang menyadari dirinya dikejar polisi segera membuang botol kecil yang dibalut plester hitam. Dia pun memacu sepeda motornya berupaya kabur.

“Tetapi anggota kami akhirnya berhasil menangkap pelaku sekitar 300 meter dari lokasi itu,” terang Jansen.

Dari lokasi itu, pelaku dibawa ke rumah tempat tinggalnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar. Di sana petugas menggeledah salah satu kamar dan ditemukan barang bukti 281 butir ekstasi berat bersih 92,92 gram dan barang-barang dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi ekstasi.

Kini pelaku dijerat menggunakan Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar, Pasal 113 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply