Produksi Ratusan Ekstasi di Rumah, Pria di Denpasar Ditangkap

DENPASAR – Satresnarkoba Polresta Denpasar membongkar adanya aktivitas pembuatan narkoba produksi rumahan di Denpasar. Tersangkanya seorang pria bernama Sam To.

Pria asal Riau itu memproduksi ratusan butir ekstasi di rumahnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan. Dari penangkapan itu, polisi menyita batang bukti 286 butir ekstasi seberat 92,92 gram dan dan serbuk ekstasi dengan berat bersih 106,92 gram.

Selain itu juga ditemukan sejumlah merek obat bahan baku ekstasi dan juga mesin pencetak pil ekstasi. 

Baca juga: Melvin Platje Kecewa, Tuding Perencanaan PSSI dan PT LIB Buruk

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menerangkan, pengungkapan ini bermula dari adanya kecurigaan petugas terhadap pelaku sebagai pengedar narkoba jenis ekstasi.

Lalu Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 16.00 wita, tersangka terlihat mengendarai sepeda motor melewati Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar Selatan dengan melawan arus lalu lintas menuju Halte Bus Sidakarya, Denpasar Selatan.

“Anggota kami langsung menangkap pelaku, namun pelaku ini terlihat membuang botol kecil yang dibalut plester hitam. Pelaku langsung memacu sepeda motornya ingin kabur. Tetapi anggota kami akhinya berhasil menangkap pelaku sekitar 300 meter dari lokasi itu,” terang Jansen di Mapolresta Denpasar, Kamis (22/7/2021).

Dari lokasi itu, pelaku diboyong petugas ke rumah tempat tinggalnya di Jalan Tukad Balian, Denpasar Selatan. Di sana petugas menggeledah salah satu kamar dan ditemukan barang bukti 281 butir ekstasi berat bersih 92,92 gram dan barang-barang dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi ekstasi.

Dari hasil pengembangan, pelaku mengaku sudah memproduksi narkoba jenis ekstasi itu sejak empat bulan terakhir. 

“Pelaku mengaku sudah memproduksi selama empat bulan terakhir. Dia bisa memproduksi hingga ratusan butir per minggu dan menjualnya dengan harga dua ratus ribuan,” tandas Jansen.

Kini pelaku disangkakan Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar, Pasal 113 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun dan denda minimal Rp1 miliar maksimal Rp10 miliar.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply