Mengejutkan, Saat Jasad Dimandikan, Mulut Korban Keluar Cairan Busa

WARGA Banjar Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Rabu (21/7) sekitar pukul 18.30 WITA dibuat heboh.

Geger warga, ini menyusul tewasnya I Ketut Liang, 45 asal Desa Selat, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli secara misterius.

Makin mengejutkan lagi, usai dinyatakan meninggal dan dievakuasi, warga kembali dikejutkan saat memandikan jenazah korban. Seperti apa?

Baca juga: Gubernur Koster Akhirnya Cabut Instruksi Pemadaman LPJ Saat PPKM

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Klungkung

USAI dinyatakan meninggal dan dievakuasi dengan mobil ambulans, jasad I Ketut Liang langsung dibawa ke RSUD Klungkung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Ario Seno Wimoko saat dikonfirmasi, Kamis (22/7) menyatakan, dari hasil pemeriksaan luar pada jenazah, tim medis tidak menmukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda kekerasan pada jasad korban. Saat ini jenazah juga telah diserahkan kepada pihak keluarga,”terang AKP Ario Seno Wimoko.

Meski dari hasil pemeriksaan luar jenazah tidak ditemukan adanya tanda kekerasan, namun warga kembali digemparkan dengan kematian korban.

Geger warga ini terjadi saat warga dan pihak keluarga memandikan jenazah korban.

Saat dimandikan, warga menemukan cairan busa keluar dari mulut korban. Terkait temuan itu, warga pun menduga korban meninggal karena keracunan cairan saat menyemprot pestisida di sawah.

Sayangnya untuk memastikan korban meninggal akibat keracunan, AKP Ario Seno menyatakan jika pihak keluarga menolak ketika jenazah akan diotopsi.

Sementara itu, Humas RSUD Klungkung I Gusti Putu Widiyasa saat dikonfirmasi secara terpisah mengungkapkan, korban tiba di RSUD Klungkung, Rabu (21/7) sekitar pukul 20.15 dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Widiyasa juga membenarkan jika dari hasil pemeriksaan luar, tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban.

Hanya saja saat jenazah korban selesai dimandikan, pihaknya mengungkapkan bahwa mulut korban mengeluarkan busa yang diduga akibat keracunan.

“Hanya saja tidak dapat dipastikan karena tidak ada permintaan visum. Korban ini sering mengalami tensi di atas 200 dan cuci darah,” tukas Widiyasa. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply