Karena Tanda `Sudah Divaksin`, Yang Ingin Kencan Naik 45 Persen

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Aplikasi kencan Bumble akan menambahkan fitur baru di mana para penggunanya, khususnya di Australia dan Selandia Baru, bisa menggunakan “lencana vaksinasi COVID-19” di profil mereka, yang menunjukkan bahwa mereka sudah divaksin.

Dikutip dari Guardian pada Kamis 22 Juli 2021, perwakilan Bumble mengatakan bahwa mereka sepenuhnya mengandalkan kejujuran para pengguna dalam memverifikasi keaslian keterangan mereka sudah divaksin.

Bumble menambahkan fitur itu setelah sebuah survei mengungkapkan bahwa “ada kenaikan 45 persen pengguna yang mau berkencan kalau sudah divaksin.”

Tak hanya di Australia aplikasi kencan mendorong para penggunanya untuk mengumumkan status vaksinasi mereka.

Di Amerika Serikat, Gedung Putih menggandeng Tinder, Hinge dan OKCupid untuk memberikan fitur premium seperti “super like” (umumnya hanya ada fitur “like”) kepada para pengguna yang menyetel status vaksinasi mereka.

Ini meningkatkan kesempatan pengguna untuk dilirik oleh teman kencan potensial.

Baca juga: Sering Berdampak ke Kesehatan Mental, Berikut 8 Tanda Kencanduan Seks

Baca juga: Gara-gara Kedapatan Ibunda sedang Kencan Bareng Pacar di Kamar, Remaja 17 Tahun Akhiri Hidup

Bulan lalu, Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial Inggris meluncurkan inisiatif serupa.

Bekerja sama dengan aplikasi kencan, departemen itu menawarkan berbagai manfaat kepada pengguna, termasuk “peningkatan” profil gratis jika mereka menambahkan status vaksinasi ke profil mereka. Kedua skema tersebut bertujuan untuk mempromosikan penggunaan vaksin pada orang muda.

Saat ini, hanya 11 persen orang Australia yang divaksinasi penuh COVID-19.

Pada akhir Juni, PM Scott Morrison mengumumkan semua orang dewasa Australia di bawah 40 tahun bisa mendapatkan vaksin AstraZeneca melalui dokter umum.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply