Hampir Semua RS di Tabanan Krisis Oksigen, Minta Tak Ada Monopoli

TABANAN – Setelah Jembrana dan Buleleng yang mengalami kelangkaan oksigen, kini juga terjadi kelangkaan oksigen di Tabanan. Kelangkaan Oksigen itu tidak hanya terjadi pada satu rumah sakit berplat merah saja. Melainkan beberapa rumah sakit swasta juga alami kelangkaan.

“Hari ini (Rabu red) kalau tidak ada pengiriman oksigen dari Provinsi kami tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya oksigen hanya bisa digunakan sampai saat ini engingat kebutuhan begitu banyak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika kemarin (21/7).

Dia menyebut soal oksigen saat ini semua diatur kebutuhannya oleh Provinsi Bali, agar semua daerah mendapat pemerataan oksigen. Misalnya kebutuhan oksigen 100, tapi yang tersedia 50 oksigen.

Baca juga: Warga Rusia yang Diduga Sengaja Sebarkan Covid-19 di Bali Dideportasi

“Jadi hanya tersedia 50 oksigen harus dibagi. Sehingga harapannya tidak ada monopoli oksigen,” kata dr. Suratmika.

Diakuinya, memang produksi oksigen tetap, tapi pemakai yang meningkat. Ini disebabkan oleh lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di berbagai daerah. Sehingga kebutuhan suplai oksigen di rumah sakit-rumah sakit menjadi berkurang.   

Untuk di Rumah Sakit Tabanan kelangkaan oksigen terjadi di delapan rumah sakit yang menangani perawatan bagi pasien Covid-19 dari sepuluh rumah sakit yang ada. Di antaranya di BRSU Tabanan, RS Nyitdah, RS Wisma Prasanti dan RS Swasta lainnya.

“Delapan rumah sakit sudah melapor krodit kelangkaan oksigen dan itu sudah terjadi beberapa hari yang lalu,” ungkapnya.

Urusan oksigen sebenarnya harus intens mengurus dan mengkoordinasikan. Jangan berharap menunggu kiriman.

“Oksigen ini sama seperti mengurus kekeringan. Kalau kekurangan air kita harus tunggu air. Nah demikian pula dengan oksigen. Kalau tidak ditunggu pasti akan habis, ya menunggunya di Provinsi” bebernya.  

Sejauh ini dari data yang ada kebutuhan oksigen sampai Rabu siang (21/7), pasokan yang tersisa di bawah 500 meter kubik. Sisa pasokan ini membuat pihak rumah sakit was-was. Sedangkan untuk kebutuhan oksigen normal per hari menjadi 1.000 meter kubik.

“Mau tidak mau kondisi ini kita harus hemat dan irit. Misal kebutuhan pasien 2 oksigen. Maka untuk menghemat kami berikan 1 tabung oksigen. Itu cara menyiasati,” tandasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply