Distribusi Hanya Sampai Camat, Kadisos Akui Tak Pernah Hitung Masker

AMLAPURA- Penyelidikan perkara dugaan korupsi proyek pengadaan masker jenis scuba senilai Rp 2,   9 miliar di Karangasem terus bergulir.

Terbaru atas perkara dugaan korupsi pengadaan masker sebanyak 512.799 pieces, itu tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem telah memeriksa sebanyak 50 orang lebih saksi.

Puluhan saksi, itu terdiri dari pejabat teras di lingkungan Pemkab Karangasem, mantan pejabat, perbekel, lurah, rekanan dan beberapa orang yang terlibat dalam proses pengadaan proyek masker.

Baca juga: [HEBOH] Warga Bangli Ditemukan Tewas Misterius di Klungkung

Yang menarik, dari puluhan saksi, satu di antaranya adalah Kepala Dinas Sosial (Kadisos) Karangasem I Gede Basma.

Selaku OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pengampu pengadaan proyek masker, Gede Basma sempat dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik pada awal Juli 2021 lalu.

Seperti dibenarkan Kasi Intelejen Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra, Kamis (22/7).

Saat dikonfirmasi, Semara Putra mengungkapkan, dari keterangan kepada penyidik, jawaban yang diberikan sesuai dengan keterangan beberapa saksi yang sebelumnya diperiksa.

“Kami cocokkan tidak ada perbedaan. Bahwa memang benar pendistribusiannya tidak ada perhitungan dan juga hanya mendistribusikan hingga sampai camat saja. Tidak sampai ke banjar-banjar,” ujar Semara Putra.

Disinggung apakah sudah ada titik terang dalam penentuan tersangka, Semara Putra mengaku belum.

“Kami belum cukup alat bukti. Kami butuh dua alat bukti untuk penetapan tersangka. Ahli juga belum kami mintai keterangan,” imbuh Semara Putra.

Meski begitu, atas kasus ini, selain melakukan pendalaman, Kejari Karangasem juga akan kembali mengagendakan pemanggilan terhadap dua rekanan yang menggarap proyek masker.

Kedua rekanan itu, yakni Addicted konveksi dan Duta Panda konveksi.

“Kami panggil lagi karena ada beberapa hal yang perlu dipertegas. Seperti rekening dan lainnya,” tukas Semara Putra.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply