Berhemat Oksigen Medis, RSUD Klungkung Tunda Tindakan Operasi yang Terencana

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – Keterbatasan oksigen medis di RSUD Klungkung, membuat beberapa operasi non emergency harus ditunda.

Pelaksanaan operasi difokuskan untuk pasien yang urgent atau darurat saja, untuk menghemat penggunaan oksigen medis.

“Operasi yang terencana atau tidak darurat sudah kami tunda sejak Senin (19/7/2021) lalu. Ini untuk menghemat penggunaan oksigen,” jelas Dirut RSUD Klungkung, dr I Nyoman Kesuma, Kamis 22 Juli 2021.

Sementara untuk operasi yang bersifat darurat, operasi tetap dilaksanakan setiap hari.

Baca juga: Persediaan Oksigen Menipis, RSUD Klungkung Berhemat dengan Memonitor Pasien Secara Intens

” Rata-rata normalnya kami ada 10 sampai 15 operasi, dan sekali operasi membutuhkan oksigen medis sekitar 15 liter kubik.

Jadi dengan penundaan operasi non emergency, kami bisa menghemat penggunaan oksigen, dan bisa diprioritaskan ke pasien yang lebih membutuhkan,” ungkap Kesuma.

Dalam sehari, pemakaian saat pandemi biasanya RSUD Klungkung menghabiskan sekitar 560 liter kubik oksigen.

Sementara setelah berusaha berhemat, pemakaian oksigen baik itu yang cair maupun gas mencapai 500 liter kubik.

” Itupun kami sudah berhemat dan penggunaanya diupayakan seefisien mungkin,” jelasnya.

Sementara terkait koordinasi ke Satgas Covid-19, rencananya RSUD Klungkung kembali akan mendapatkan pasokan oksigen gas. Sementara yang cukup sulit didapat adalah oksigen cair.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply