Pemerintah Siapkan Subsidi Upah Rp1,2 Juta untuk Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Pemerintah kembali akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan ini berupa subsidi upah atau gaji untuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan, maupun pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, skema penyaluran bantuan subsidi upah bagi pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja atau dirumahkan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) itu masih dibahas.

Rencananya, subsidi upah yang akan diberikan sebesar Rp1,2 juta. Jumlah itu akan disalurkan dalam sekali penyaluran.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp15 Miliar untuk BLT DD di Klungkung, Penerima Terbanyak di Wilayah Desa Klumpu

Baca juga: Sasar Semua KK, BLT di Badung Akan Berlanjut Saat PPKM Darurat

”Sekarang kami sedang buat subsidi upah bagi pekerja yang mengalami pengurangan jam kerja atau dirumahkan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Rabu 21 Juli 2021.

Mantan Direktur Bank Dunia itu memaparkan, kebijakan BLT gaji alias subsidi upah itu dilakukan untuk membantu para pekerja yang perusahaannya masuk dalam sektor yang terdampak pembatasan karena pandemi.

”Program bantuan tersebut akan segera selesai dalam waktu dekat,” katanya.

Selain Kementerian Keuangan, pembahasan subsidi upah bagi pekerja ini juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Kami sedang membahas dengan Kemenko dan Kemenaker untuk membantu segmen pekerja yang dirumahkan dan dikurangi jam kerjanya,” kata Sri Mulyani.

Selain subsidi upah, lain pemerintah juga telah menambah anggaran untuk program Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun sehingga total anggaran program tersebut kini menjadi Rp30 triliun.

Adapun, anggaran awal Kartu Prakerja sebesar Rp20 triliun ditujukan untuk 5,6 juta peserta penerima program, sementara tambahan Rp10 triliun adalah untuk 2,8 juta peserta.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply