Masuki Minggu ke-3, Dua Zona Merah Masih Terus Tambah Kematian

Petugas akan melakukan pemulsaran pasien COVID-19 dengan mengedepankan prokes ketat. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Rabu (21/7), dilaporkan tambahan puluhan korban jiwa sebanyak 23 orang. Delapan kabupaten/kota melaporkan tambahan kematian karena COVID-19, kecuali Gianyar.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tambahan korban jiwa terbanyak dilaporkan zona merah Denpasar, sebanyak 7 orang. Disusul di urutan kedua adalah Tabanan 5 orang. Kemudian Badung ada di peringkat 3 dengan 4 kematian baru.

Karangasem dan Jembrana masing-masing bertambah 2 orang. Sedangkan, Bangli, Klungkung, dan Buleleng sama-sama mencatatkan tambahan 1 korban jiwa.

Masuki Minggu ke-3

Dua zona merah, Tabanan dan Buleleng sudah masuki minggu ke-3 secara berturut-turut melaporkan korban jiwa COVID-19. Di hari kelima belas ini, kumulatif kematian di Tabanan mencapai 45 orang atau rata-rata 3 orang per hari. Sedangkan Buleleng mencatatkan 43 kematian atau 2,9 orang  per hari.

Tujuh pasien yang dilaporkan Denpasar terdiri dari pria 4 orang dan 3 perempuan. Usianya antara 42 sampai 77 tahun.

Tiga di antara tujuh pasien ini tidak memiliki komorbid. Sisanya, sebanyak 4 orang berkomorbid dengan jenis tekanan darah tinggi dan jantung. Dua pasien meninggal pada 20 Juli, sedangkan 5 lainnya meninggal pada 21 Juli.

Tabanan kembali melaporkan lima pasien meninggal, terdiri dari empat pria dan seorang perempuan. Usianya antara 51 hingga 76 tahun.

Dua pasien sempat dirawat di Puskesmas Pupuan I, dua pasien di RSUD Tabanan, dan seorang di RSU Kerta Usada. Empat pasien memiliki komorbid dengan jenis gagal ginjal, gangguan paru, dan tekanan darah tinggi. Seluruhnya meninggal hari ini, 21 Juli.

Badung mencatatkan 4 pasien meninggal yang seluruhnya pria. Usianya antara 54 sampai 83 tahun.

Mereka sempat dirawat di RSUP Sanglah 2 orang, RSPTN Unud 1 orang, dan RSUD Mangusada 1 orang. Tiga di antaranya memiliki penyakit penyerta dengan jenis kanker, stroke, dan gagal ginjal.

Salah satu pasien yang meninggal tanpa komorbid sudah meninggal 13 Juli namun dilaporkan 8 hari kemudian, 21 Juli. Sedangkan tiga lainnya meninggal pada hari ini.

Jembrana melaporkan 2 pasien meninggal terdiri dari seorang pria berusia 56 tahun dan wanita berusia 57 tahun. Keduanya dirawat di RSU Negara.

Pasien pria memiliki komorbid diabetes dan stroke sedangkan pasien perempuan tak memiliki penyakit penyerta. Keduanya meninggal hari ini.

Dua pasien meninggal juga dicatatkan Karangasem. Seorang perempuan berusia 46 tahun dan pria berusia 78 tahun. Keduanya tidak memiliki komorbid.

Pasien perempuan dirawat di RSUD Klungkung pada 17 Juli dan meninggal 19 Juli. Sedangkan pasien pria masuk ke RSUD Karangasem pada 18 Juli dan meninggal pada 20 Juli.

Pasien dari Buleleng merupakan pria berusia 64 tahun. Warga ini masuk RSUD Buleleng pada 20 Juli namun terkonfirmasi sehari sebelumnya. Pasien tak berkomorbid ini meninggal pada 21 Juli.

Pasien asal Bangli merupakan perempuan berusia 73 tahun. Warga ini masuk ke RSUD Bangli pada 18 Juli dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien tak berkomorbid ini meninggal 21 Juli.

Pasien meninggal keduapuluh tiga merupakan pria berusia 81 tahun. Warga Klungkung ini masuk ke RSUD Klungkung pada 20 Juli namun terkonfirmasi 3 hari sebelumnya. Pasien tanpa komorbid ini meninggal 21 Juli.

Kumulatif korban jiwa mencapai 1.840 orang. Rinciannya 1.834 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 422 orang, Tabanan 250 orang, Badung 233 orang, Buleleng 232 orang, dan Gianyar 151 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Karangasem 134 orang, Bangli 128 orang, Jembrana 108 orang, dan Klungkung 88 orang. Terdapat juga 17 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2021/07/21/205666/Masuki-Minggu-ke-3,Dua-Zona…html

Leave a Reply