TMMD ke-111, Jalur Evakuasi Bencana di Kaki Gunung Agung Bali Itu Kini Telah Terhubung

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM , KARANGASEM – Denyut Dusun Bukit Galah, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali kini lebih berdetak, setelah dalam kurun sebulan belakangan ini bersolek melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Ya, tiga puluh hari itu kini telah berlalu, Desa pun tampak lebih indah dan gagah dari sebelumnya, dari semangat TMMD wujud sinergi membangun negeri, sejumlah sasaran fisik meliputi pembangunan jembatan penghubung hingga pembukaan lahan pertanian telah dirampungkan Satgas sesuai target dibangun oleh Satgas TMMD bersama warga secara gotong royong.

Semasa pelaksanaan, di kawasan berudara sejuk itu, hiruk pikuk dan hilir mudik tentara Satgas TMMD begitu tergambar, udara sejuk itu pun seolah terasa hangat, tetes peluh keringat TNI bersama warga membuahkan hasil pembangunan yang menunjang kesejahteraan masyarakat setempat, sebuah jembatan penghubung sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter kini berdiri kokoh memancang di bawah kaki Gunung Agung, gunung tertinggi di Pulau Dewata itu.

Satgas TMMD telah memperhitungkan dan memetakan secara strategis titik lokasi pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Selat dan Kecamatan Bebandem itu.

Baca juga: RSAD Kodam IX/Udayana Dibanjiri Karangan Bunga Ucapan Terima Kasih Atas Serbuan Vaksinasi Covid-19

Berkaca dari bencana erupsi Gunung Agung tahun 2017 silam, jembatan ini menjadi tonggak jalur evakuasi yang lebih mudah menyelamatkan nyawa warga dari bahaya erupsi gunung berapi yang masih aktif itu.

Wilayah Desa Sebudi ini pernah terisolir tahun 2017 lalu, saat erupsi Gunung Agung, satu-satunya akses jembatan semi permanen hancur diterjang banjir lahar dingin. Warga pun kerap dilanda kecemasan akan terputusnya akses antar wilayah.

Drrrrrrr……..grrrrrr…..begitu deru mesin kendaraan dan alat berat melintas di atas tanah mendistribusikan bahan bangunan lekat terdengar di telinga warga sehari-hari, bukan deru kesedihan, melainkan deru asa baru dari masyarakat yang menjadi sasaran program TMMD ke-111 Kodim 1623/Karangasem periode II Tahun Anggaran 2021, raut wajah sumringah tergambar dari warga yang kini memiliki jalur aksesibilitas yang didambakan untuk menopang segala kebutuhan warga yang dibangun hanya dalam kurun waktu satu bulan mulai 15 Juni 2021 dan selesai pada 14 Juli 2021.

Jembatan ini dibangun dengan konstruksi yang mampu menahan beban hingga seberat 30 Ton atau 30.000 kilogram yang dirancang oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) mampu menjadi akses baru bagi warga Dusun Bukit Galah, Desa Sebudi, Kecamatan Selat dan Dusun Yeh Kori, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem.

Sebelumnya, hanya ada jembatan semi permanen yang hanya bisa dilalui dengan beban maksimal 5 ton, itu pun kondisinya sangat memprihatinkan.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply