Penumpang Usia di Bawah 18 Tahun untuk Sementara Dilarang Gunakan Transportasi Udara

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Pemerintah memperketat aturan naik pesawat selama musim libur Idul Adha 2021.

Lewat aturan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), para pelaku perjalanan moda transportasi udara rute domestik kini harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Dalam aturan terbaru itu Kemenhub membatasi perjalanan orang di bawah 18 tahun yang menggunakan transportasi udara selama masa libur Hari Raya Idul Adha 19-25 Juli 2021.

Aturan baru itu dituangkan dalam Surat Edaran Nomor SE 53 Tahun 2021 terkait persyaratan kesehatan yang harus dipenuhi pelaku perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 25 Juli 2021, DPRD Bali Imbau Masyarakat Ikut Sukseskan

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli 2021, Jokowi Anggarkan Bansos Rp 55,21 Triliun

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto mengatakan, khusus selama masa libur hari raya Idul Adha 1442 Hijriah pada 19 – 25 Juli 2021, perjalanan orang atau penumpang termasuk pelaku perjalanan di bawah 18 tahun dibatasi untuk sementara.

Hanya dikecualikan bagi pelaku perjalanan dengan keperluan aktivitas bekerja di sektor esensial dan kritikal.

Jika ada keperluan mendesak seperti pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil didampingi satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan dengan didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

“Bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal diwajibkan juga menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan dari Pemerintah Daerah setempat atau Surat Perintah Tugas dari Pimpinan Instansi setingkat Eselon II.

Sementara untuk pelaku perjalanan orang/penumpang dengan keperluan mendesak, juga wajib menunjukan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari Rumah Sakit, surat pengantar dari perangkat daerah setempat seperti Surat Keterangan Kematian atau surat keterangan lainnya,” kata Novie dalam keterangannya, Selasa 20 Juli 2021.

Kemudian untuk penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandar udara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, wajib menunjukkan kartu vaksin pertama dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

“Sedangkan untuk penerbangan selain Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2×24 jam atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan,” katanya.

Surat Edaran 53 Tahun 2021 ini juga mengecualikan menunjukkan kartu vaksin bagi pelaku perjalanan dengan kepentingan khusus medis karena alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis penyakit dalam, pasien dengan kondisi sakit keras dan ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga.(tribun network/har/dod)

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply