Libur Idul Adha, Otoritas Pelabuhan Perketat Pintu Masuk Jawa-Bali

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Pada hari raya Idul Adha, otoritas pelabuhan memperketat alur keluar masuk dari Pulau Jawa ke Bali.

Upaya ini untuk mencegah adanya gelombang penyeberangan orang saat hari libur Idul Adha.

Apalagi, libur Idul Adha bertepatan dengan pemberlakuan PPKM Darurat. Sehingga, alangkah baiknya masyarakat menunda perjalanan.

Baca juga: PPKM Darurat, Mobilitas Warga Turun 20 Persen di Denpasar, Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi

“Kami berharap masyarakat untuk menunda perjalanan pada libur Idul Adha ini,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin dalam keterangannya, Selasa (20/7/2021).

“Kalaupun ada kebutuhan yang mendesak untuk melakukan perjalanan, mohon agar tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi aturan syarat perjalanan yang ditetapkan,” sambungnya.

Baca juga: Giri Prasta Melaunching Penyerahan BLT PPKM Darurat di Badung, Pastikan Seluruh Warga Dapat Bantuan

Shelvy kembali menjelaskan, untuk perjalanan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan kartu vaksin, hasil negatif RT PCR 2×24 jam atau Antigen 1×24 jam dan STRP (Surat Keterangan Perjalanan).

Maka dari itu, para calon penumpang diimbau telah memastikan syarat perjalanan sudah disiapkan lengkap saat akan berangkat dari rumah.

“Dan untuk pengguna jasa yang menyeberang di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, pastikan juga agar membeli tiket via online Ferizy,” tutur Shelvy.

Pengecualian syarat perjalanan kartu vaksinasi hanya berlaku bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik, pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah Non Covid-19 maksimal 5 orang.

Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Libur Idul Adha, Syarat Penyebrangan dari dan ke Pulau Jawa dan Bali Diperketat

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply