Keputusan PPKM Darurat Hari Ini, Bupati Ipuk: Bila Diperpanjang, Tolong Ada Kelonggaran

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung di Jawa-Bali sejak 3 Juli lalu akan berakhir pada hari ini, 20 Juli 2021.

Apakah akan diperpanjang atau tidak masih menunggu keputusan pemerintah pusat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, langkah PPKM Darurat adalah untuk menekan penyebaran Covid-19 yang meluas lantaran munculnya varian baru terutama Delta.

Pada prinsipnya pemerintah daerah selalu taat pada apapun keputusan pemerintah pusat.

Baca juga: Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal Dunia di Kamarnya, Diduga Sakit

“Kita jalankan apapun keputusan pemerintah pusat karena itu pasti yang terbaik bagi masyarakat, tapi kami memberikan saran agar ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan,” ujar Ipuk, Selasa 20 Juli 2021.

Pertama, lanjut Ipuk, ada sedikit relaksasi pada aturan terkait kegiatan ekonomi, terutama yang menyangkut ekonomi rakyat kecil seperti PKL dan warung-warung kecil, di mana ada pembatasan aktivitas.

Baca juga: Mobilitas Warga Menurun, Bupati Ipuk: Mohon Maaf dan Terima Kasih Masyarakat Banyuwangi

“Kita tahu semua, ekonomi rakyat memang terpukul. Kemarin malam saya ketemu penjual kue, biasanya sehari dapat Rp150 ribu, tapi sekarang Rp30 ribu. Saya juga ketemu penjual jagung rebus, biasanya sehari 200 buah, sekarang cuma berani bawa 50 buah, itu pun kadang tidak semuanya laku karena jam operasional dibatasi,” ujar Ipuk.

“Sehingga kalau bisa ada sedikit pelonggaran,“ jelasnya.

Hal kedua, papar Ipuk, aktivitas kesenian juga diperlonggar namun dengan aturan ketat.

Baca juga: Tak Cuma Asal Membatasi, Pemkab Banyuwangi Beri Kompensasi Uang Tunai untuk Warung Kecil/PKL

Ipuk mengatakan, Pemkab Banyuwangi telah berupaya menyiapkan bantalan sosial dari kebijakan PPKM Darurat. Di antaranya dengan memberikan bantuan uang Rp300.000 per orang kepada ribuan PKL/warung kecil/pedagang kecil.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply