[BEDA CARA] Satpol PP Segel Tempat Usaha, Warga Kompak Berbagi Bantuan

MANGUPURA– Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli, Tim Yustisi Kabupaten Badung menemukan ratusan pelanggaran dan menjatuhkan sanksi beragam.

Bahkan dari ratusan pelanggaran, 17 diantaranya harus menerima sanksi penyegelan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara menyebutkan, sesuai dari rekap laporan hingga Senin (19/7), ada sebanyak 449 pelaku usaha mendapatkan teguran lisan .

Baca juga: Tamu Jakarta Tewas Membiru di Kamar Hotel, Polisi Temukan Fakta Ini

Desa Adat Kampial, Kuta Selatan, Badung membagikan bantuan kepada warga, Selasa (2/6)

Desa Adat Kampial, Kuta Selatan, Badung membagikan bantuan kepada warga, Selasa (2/6) (Istimewa)

Selain itu, pelanggaran perorangan sebanyak 66 mendapatkan teguran lisan, sebanyak 9 orang mendapatkan teguran tertulis, 6 orang sanksi kerja sosial dan 24 orang di denda.  

“Dari banyaknya pelanggaran  sebanyak 83 pelaku usaha mendapatkan teguran tertulis, 4 pelaku usaha didenda, dan 17 tempat usaha disegel,” ujar Suryanegara pada Selasa (20/7).

Kata dia, yang paling banyak tempat  usaha ditutup selama PPKM Darurat, terdapat di Kecamatan Kuta Selatan.

Total kata Suryanegara, aday 13 tempat usaha di Kuta Selatan ditutup alias disegel.

Penutupan ini diberlakukan kepada usaha non esensial yang masih buka selama PPKM Darurat dan ada beberapa usaha esensial yang dicurigai masih menerima dine in (makan di tempat).

“Berbagai jenis yang kami tutup, mulai dari UMKM sampai dengan usaha besar (bar dan restoran). Ada toko, gym, bar, rumah makan/restoran, rumah kecantikan dan lain-lain,” terang Birokrat asal Denpasar ini.

Kata dia, penyegelan beberapa usaha tersebut sudah mengikuti aturan yang berlaku. Baik dari Peraturan Gubernur Bali dan Peraturan Bupati Badung.

“Yang pasti itu sudah ada SOP berdasarkan  Perda dan Perbup. Kalau saat PPKM mikro, kami hanya beri peringatan, surat pernyataan setelah itu baru denda atau tutup 1 minggu. Saat PPKM darurat keduanya bisa kami berikan, denda dan tutup sementara,” pungkas Suryanegara.

Sementara di tempat terpisah, sebagai bentuk dukungan kepada warga di masa pandemi covid-19,  Desa Adat Kampial, Kuta Selatan, Badung membagikan bantuan kepada warga, Selasa (2/6).

Bantuan bersumber dari dana krama (warga) desa yang disisihkan dari pendapatan Desa, disalurkan berupa beras dan uang tunai kepada warga.

Bendesa Adat Kampial, Drs. Nyoman Sudiarta mengatakan, kegiatan ini dilakukan karena di masa pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat, tentu beban hidup masyarakat menjadi masalah yang berkepanjangan.

Desa Adat Kampial kembali memberikan bantuan kepada krama desa berupa 25 kg beras dan uang tunai sebesar Rp 200 ribu untuk 300 KK dari 2 Banjar di desa setempat.

Dana yang digunakan ini  merupakan jatah dari krama desa yang sudah dialokasikan setiap bulannya melalui dana krama desa.

Dengan penyisihan pendapatan desa ini, pihaknya menegaskan kalau setiap masyarakat tentunya dapat merasakan sekali program dari desa adat.

“Dengan cara seperti ini mereka (krama desa-red) bisa mendapatkan haknya secara merata. Tentu sesuai dengan komitmen prajuru, sebagai dukungan dalam situasi kondisi saat ini,” terangnya, kemarin.

Ia berharap, kondisi pandemi ini bisa segera berlalu, sehingga perekonomian bisa kembali normal.

Dengan demikian, tentu porsi dana krama akan bisa lebih besar lagi, sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terjalin kembali. Selain itu dalam kondisi saat ini, dana krama memang mengalami penurunan, karena sumber-sumber pendapatan desa ikut terdampak.

Namun di masa Pandemi Covid-19 ini, tak hanya berkewajiban melestarikan adat dan budaya, kondisi perekonomian warga juga sangat penting.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply