Serikat Pekerja Minta Bantuan untuk Warga Selama PPKM Darurat Merata

NEGARA – Penyaluran bantuan beras dari pemerintah, baik yang bersumber dari APBD Jembrana maupun CSR perusahaan pengalengan ikan, mendapat sorotan dari konfederasi serikat pekerja Indonesia (KSPSI) Jembrana.

Pihak KSPSI meminta agar bantuan tidak hanya difokuskan pada pedagang. Melainkan pekerja informal yang terdampak penutupan tempat usaha karena PPKM Darurat juga diminta untuk diberikan bantuan.

Seperti ditegaskan Ketua KSPSI Jembrana Sukirman, Senin (19/7).

Baca juga: Astra Motor Gandeng Gekrafs dan Grab Bali Gelar GC Gathering Webinar

Menurutnya, PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3 Juli membuat sejumlah usaha yang masuk kategori non esensial esensial terdampak. Penutupan usaha bagi sektor nonesensial dan pemberlakukan work from home bagi sektor ensensial menyebabkan banyak pekerja atau karyawan mengalami penurunan pendapatan.

“Kalau pengurangan gaji sudah pasti, karena usahanya sementara tidak buka,” ujarnya.

Untuk itu, kata Sukirman, bantuan sosial berupa beras dari pemerintah kabupaten maupun CSR, diharapkan bisa tetap sasaran pada warga yang terdampak.

“Pedagang, bukan hanya sektor usaha terdampak tetapi juga karyawan sektor non esensial dan sektor esensial, sehingga diharapkan pemerintah juga memperhatikan dengan memberikan bantuan seperti yang diterima pedagang,”tegas Sukirman.

Sementara itu, terkait harapan KSPSI, Bupati Jembrana I Nengah Tamba berharap seluruh masyarakat Jembrana mendapat bantuan dari pemerintah.

“Kalau ada anggaran cukup pasti dikasih. Tidak mungkin tidak dikasih,” ungkapnya.

Selain itu, imbuh Bupati Tamba, dalam memberikan bantuan ada aturan-aturan yang tidak bisa dilanggar.

Salah satunya penerima bantuan tidak boleh ganda. Menerima bantuan dari pemerintah kabupaten dan pusat. Seperti para buruh panggul atau tukang suun, sebenarnya tidak masuk dalam kriteria penerima kalau ikuti aturan, padahal terdampak.

Karena itu, bantuan yang diberikan berasal dari CSR swasta diberikan. “Syukurlah ada pihak ketiga yang membantu,” terang Bupati Tamba.

Bupati juga mengajak pengusaha yang secara ekonomi cukup untuk bersama sama membantu masyarakat. “Ayo membangun Jembrana bersama, jangan lari saat Jembrana sedang butuh,” tukas Tamba. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply