RSUD Buleleng Kehabisan Stok Oksigen, Operasi Pasien Terpaksa Ditunda

SINGARAJA– Krisis oksigen terjadi di RSUD Buleleng. RS milik pemkab Buleleng ini kehabisan stok oksigen.

Bahkan, ketersediaan oksigen hanya mampu mencukupi hingga Senin (19/7) malam.

Akibat stok oksigen habis, RSUD Buleleng harus menunda beberapa operasi pasien. langkah ini dilakukan karena pihak RS khawatir kehabisan oksigen saat proses operasi berlangsung.

Baca juga: Astra Motor Gandeng Gekrafs dan Grab Bali Gelar GC Gathering Webinar

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, krisis oksigen di RSUD Buleleng sebenarnya telah terjadi sejak sepekan terakhir. Namun manajemen RSUD Buleleng terus berusaha menghemat penggunaan oksigen.

Sayangnya pada Senin (19/7), ketersediaan oksigen tak bisa ditawar lagi. Cadangan oksigen hanya bertahan hingga pukul 19.00 malam.

Oksigen cair disebut sudah kosong sejak pukul 16.00 Minggu (18/7) sore kemarin.

Sehingga kini tim medis hanya mengandalkan cadangan oksigen tabung. Pada pukul 16.00 sore kemarin, hanya tinggal tersisa 10 tabung saja.

“Oksigen tabung kita hanya bertahan lagi 3 jam. Mudah-mudahan dari Denpasar bisa dapat tambahan oksigen malam ini,” kata Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD saat dihubungi pada Senin sore.

Menurut Arya, kelangkaan oksigen terjadi karena tingginya permintaan di daerah Jawa Timur.

Sementara Bali hanya mengandalkan pengiriman dari Pulau Jawa. Dulunya RSUD Buleleng mendapat pasokan 4-5 ton dalam sepekan.

Kini RSUD Buleleng hanya mendapat pasokan paling banyak 2 ton dalam sepekan. Itu pun bisa habis dalam waktu 2 hari.

Lebih lanjut Arya mengatakan, oksigen bukan hanya dibutuhkan oleh pasien covid-19 saja.

Di RSUD Buleleng, pasokan oksigen justru lebih banyak dibutuhkan oleh pasien non covid. Sebut saja pasien gagal ginjal, jantung, maupun paru. Arya menyebut setidaknya ada 70 orang pasien non covid yang membutuhkan suplai oksigen secara kontinu.

Dampaknya RSUD Buleleng harus menghemat penggunaan oksigen. Salah satunya menunda tindakan operasi. “Operasi besar maupun tindakan bedah yang bisa ditunda, kami tunda dulu. Jadi sekarang oksigen sentral itu sudah kosong. Kami hanya mengandalkan (oksigen) tabung saja, dan itu sudah akan habis dalam beberapa jam,” imbuh Arya.

Sementara itu Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengaku telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali. Saat ini Buleleng mengajukan tambahan 2 ton oksigen cair, ditambah 1 ton cadangan.

Menurut Suyasa, saat ini daerah harus mengajukan permintaan oksigen pada Pemprov Bali. Sebab seluruh rumah sakit di Bali kini mengalami krisis oksigen.

“Dulu kan bisa dari Jawa langsung ke Buleleng. Sekarang semua dikoordinir lewat provinsi. Kami sudah berkoordinasi ke provinsi, supaya malam ini kami dapat pasokan. Biar tidak sampai kehabisan,” tukas Suyasa.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply