Jelang Idul Adha, Pelabuhan Gilimanuk Diserbu Penumpang Sejak Pagi

NEGARA – Setelah pemberlakuan pembatasan pelayanan penyeberangan pelabuhan Ketapang – Gilimanuk, pengguna penyeberangan lebih banyak pada pagi buta. Seperti Minggu (18/7) pagi, ratusan motor yang akan keluar Bali sudah memadati pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk sebelum pelayanan untuk motor dibuka.

Pengguna motor dan mobil pribadi yang keluar Bali ini diduga merupakan warga yang akan merayakan hari raya Idul Adha di kampung halaman.

Informasi yang dihimpun, sejak Minggu dini hari sudah berdatangan kendaraan pribadi dan motor di Pelabuhan Gilimanuk. Karena pelayanan untuk pengguna jasa penyeberangan nonlogistik belum dibuka, mereka menunggu hingga pukul 07.00 WITA saat layanan untuk pengguna jasa non logistik dibuka. Namun, antrean kendaraan bisa terurai tidak sampai satu jam.

Baca juga: Klungkung Koleksi 9 Desa Kumuh, 2 Desa Digelontor Dana Rp1 Miliar

Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, sejak pemberlakukan pembatasan penyeberangan nonlogistik di Pelabuhan Gilimanuk memang lebih banyak pada pagi hingga siang hari. Antrean kendaraan yang terjadi di pagi karena menunggu pelabuhan buka untuk angkutan nonlogistik. 

Kapolres menegaskan, pengguna jasa penyeberangan yang keluar maupun masuk Bali, wajib membawa rapid test antigen dan kartu vaksin minimal vaksin dosis pertama. 

“Selama syarat-syarat dipenuhi, tidak ada larangan untuk keluar maupun masuk Bali,” tegasnya, Minggu (18/7).

Terkait dengan pengamanan sebelum dan setelah hari raya, pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk akan ditingkatkan. Karena tidak menutup kemungkinan banyak warga yang pulang kampung untuk merayakan hari raya, sehingga perlu dilakukan pengetatan terutama syarat-syarat bagi pelaku perjalanan antar pulau Bali dan Jawa.

“Tentu, pengamanan akan ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Berdasarkan data dari ASPD Pelabuhan Gilimanuk lalu lintas yang keluar dan masuk Bali mengalami penurunan.

Mobilitas orang atau penumpang yang masuk ke Bali terjadi penurunan sejak 13 Juli 2021l alu. Dari 3.200 orang turun menjadi 1.806 orang pada 14 Juli 2021 atau saat penerapan pembatasan penyeberangan. Tanggal 15 Juli sempat naik 2.097 orang dan 16 Juli turun 1.833 orang. 

Begitu sebaliknya untuk yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, di tanggal 13 Juli 2021 mencapai 3.021 orang, sehari setelah penerapan pembatasan turun menjadi 2.180 orang tanggal 14 Juli.

Dan terakhir pada 16 Juli 2021 turun 1.919 orang. Penumpang yang keluar Bali pada 18 Juli 2021 atau menjelang Hari Idul Adha sejumlah 1.689 orang masuk Bali 1.720 orang.

Seperti diketahui, penyeberangan pelabuhan Ketapang Gilimanuk atau sebaliknya diberlakukan aturan pembatasan angkutan. Bagi pelaku perjalanan yang menggunakan bus, kendaraan pribadi, motor, travel dan pejalan kaki hanya dilayani siang hari.

Pelabuhan Ketapang melayani dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dan Pelabuhan Gilimanuk hanya melayani dari pukul 07.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA. Sedangkan untuk angkutan logistik dibuka 24 jam.

Sekadar diketahui, di beberapa daerah di Jawa Timur, Idul Adha tergolong hari raya yang biasanya amat dinanti, selain Idul Fitri. Maka, dalam Idul Adha di Jawa Timur ada tradisi mudik juga. Bahkan, di Madura, istilah mudik ini dengan tradisi Toron.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply