Kesadaraan Patuhi Prokes Meningkat, Tapi Covid di Badung Melonjak

MANGUPURA – Saat pemberlakukan PPKM Darurat covid-19 selama 3-20 Juli, tim Yustisi Kabupaten Badung rutin melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) baik untuk perorangan maupun tempat usaha.

Namun selama PPKM darurat ini, masyarakat di Badung sudah mulai saat dan mentaati disiplin prokes serta aturan yang berlaku. Hal itu diungkapkan oleh Kasatpol PP Badung, IGA Ketut Suryanegara dikonfirmasi, Sabtu (17/7).

Menurutnya kesadaran masyarakat sudah meningkat untuk mentaati prokes dan juga aturan yang dikeluarkan masyarakat. Baik itu untuk perorangan masyarakat dan juga tempat usaha. Namun masih saja juga ada yang melanggar tetapi hal itu sudah langsung ditertibkan oleh  Tim Yustisi Badung.

Baca juga: Miris! Dulu Omzet Rp20 Juta, Saat Pandemi Rp1 Juta, Tutup karena PPKM

“Sudah meningkat mentaatinya, tapi masih saja ada yang curi-curi dan coba-coba, syukur kesadaran masyarakat juga untuk melaporkannya.  Karena semua itu untuk kebaikan kita bersama, laporan itu bukan untuk menyengsarakan, saingan bisnis usaha  tapi untuk mengingatkan  perlu kerjasama semua pihak mentaatinya,” terang Suryanegara.

Sementara rekapitulasi penegakan prokes covid-19 selama PPKM darurat di Badung per 3-16  Juli 2021. Untuk sanksi perorangan yang diberikan teguran sebanyak 61 orang, teguran tertulis 9 orang dan sanksi kerja sosial 5 orang dan kemudian yang kena denda sebanyak 24 orang. 

Sementara untuk sanksi pelaku usaha yang kena sanksi teguran lisan sebanyak 374 usaha, teguran tertulis 59 usaha, denda 1 usaha dan dan penyegelan tempat usaha ada 10 tempat usaha yakni 7 tempat usaha di Petang dan 3 usaha di Abiansemal.

“Kami juga tetap harapkan kesadaran dan disiplin prokes tetap ditingkatkan. Karena ini juga untuk kebaikan kita bersama untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” pungkasnya.

Meski ketaatan masyarakat terhadap prokes meningkat, kasus Covid-19 di Badung sebagaimana data dari Pemprov Bali, malah terus melonjak. Pada 2 Juli 2021, sehari sebelum pemberlakuan PPKM darurat, jumlah kasus di Badung mencapai 9.565 dengan kematian 265 orang. Sedangkan pada 17 Juli, kasusnya sudah mencapai 11.244 dengan jumlah kematian 285.

Dengan demikian, dalam 15 hari pemberlakuan PPKM darurat, kasus Covid-19 di Badung meningkat 1.679 dengan rata-rata harian 112 orang. Sedangkan yang meninggal dunia sebanyak 20 orang.

Bahkan, dilihat kasus harian, dalam sepekan ini kasusnya lebih tinggi dari rata-rata kasus dalam dua pekan tersebut. Pada 12 Juli mencapai 143 kasus dengan 3 kematian, kemudian 13 Juli (116/3), 14 Juli (151/2), 15 Juli (124/1), 16 Juli (141/5), dan pada 17 Juli 2021 menembus 185 kasus dengan 1 kematian.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply