Kambing Kurban di Denpasar Sepi Pembeli, Dulu Jual 150 Ekor, Kini…

DENPASAR – Penjualan hewan kurban jelang Idul Adha jatuh pada hari Selasa (20/7/2021) di Denpasar merosot tajam. Seperti yang terjadi di tempat penjualan kambing di Kampung Jawa, Denpasar.

Hal itu diakibatkan dengan kondisi pandemi yang terjadi di Indonesia. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual lebih dari 150 ekor kambing, kini hanya laku terjual puluhan ekor. 

Adalah Haji Samsudin. Pria yang setiap tahunnya menjual hewan kurban di kampung Jawa, Denpasar ini mengeluhkan merosotnya penjualannya itu. Dikatakannya, bahwa sejak sebulan sebelumnya dirinya sudah menyetok sekitar 100 ekor kambing.

Baca juga: Untuk Warga Isolasi Mandiri, FK Unud dan IDI Beri Telekonseling Gratis

Namun hingga beberapa hari jelang Idul Adha, jumlah kambing yang terjual baru mencapai kurang lebih 40 ekor. Padahal, di tahun-tahun sebelumnya, dirinya mampu menjual lebih dari 150 ekor kambing. 

“Kalau tahun lalu masih ramai, kalau tahun sekarang sudah sepi. Kayaknya sih menurun soalnya udah Covid-19 kena PPKM lagi,” jelas Samsudin saat ditemui di lokasi jualannya di Kampung Jawa, Minggu(18/7/2021).

Haji Samsudin mengatakan, saat menjelang Idul Adha 1442 H atau tahun 2021 ini kurang lebih hanya 40-an ekor yang sudah terjual. Padahal stoknya 100 ekor. Ia stok sejak sebulan sebelumnya.

Sejak penerapan PPKM, pria yang sudah berjualan kambing sejak tahun 1998 silam itu memang sengaja mengurangi stok jualannya. Pasalnya dia sudah memprediksi bahwa pembila hewan kurban tahun ini akan sedikit menurun.

Dia mendatangkan kambing jualannya itu dari Singaraja. Di Denpasar, kambing-kambing itu dijual dengan harga dari Rp1,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekornya, tergantung bobot kambing itu sendiri.

“Ya memang dari saya sendiri stoknya diturunkan karena situasi gini covid sudah setahun lebi. Ada PPKM gini gak boleh jualan atau nanti mungkin gak boleh kurban. Untuk makan aja susah. Kalau tahun lalu kan covid baru sebentar jadi bisa kurban,” imbuh pria asli Madura, Jawa Timur itu.

Dia kini di hadapkan dengan ancaman kerugian. Kembali modal saja sudah cukup baginya. Pasalnya dia juga harus menggaji beberapa orang yang membantu aktivitas jualannya.

“Dulu dalam sehari bisa laku dua atau tiga ekor per hari. Dan sudah banyak yang mulai order sebulan sebelumnya. Sekarang tidak lagi,” ujar pria berusia 47 tahun tersebut. 

Kini dia berharap agar pemerintah bisa mengambil kebijakan yang baik untuk masyarakat. Dia juga berharap agar masyarakat mau tertip menerapkan Prokes dalam kegiatan sehari-hari. 

Menerapkan 3M, memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan agar pandemi ini segera berlalu.

“Mari kita sama-sama mendukung kebijakan pemerintah. Selalu terapkan Prokes agar pandemi ini bisa segera usai,” tandasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply