Bali Tambah Puluhan Kematian COVID-19, Zona Merah Ini Catatkan Terbanyak

Pemakaman pasien COVID-19. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sudah tiga hari berturut-turut, Bali melaporkan tambahan puluhan korban jiwa. Dimulai pada Jumat (16/7) sebanyak 21 orang, Sabtu (17/7) sebanyak 23 orang, dan Minggu (18/7) sebanyak 20 orang.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, ada 6 kabupaten/kota yang mencatatkan kematian karena COVID-19. Tambahan korban jiwa terbanyak dilaporkan Badung.

Zona merah ini mencatatkan 6 kematian akibat COVID-19. Disusul di urutan kedua adalah Tabanan dan Denpasar sebanyak 4 orang.

Kemudian, Jembrana bertambah 3 orang. Karangasem mencatatkan tambahan kematian 2 orang. Sedangkan Buleleng bertambah 1 orang.

Untuk dua zona merah, yaitu Tabanan dan Buleleng sudah 12 hari berturut-turut mencatatkan kematian COVID-19. Total korban jiwa untuk Buleleng sebanyak 34 orang atau 2,8 orang per hari, sedangkan Tabanan melaporkan 30 kematian atau 2,5 orang per hari.

Pasien sebanyak 6 orang dilaporkan meninggal oleh Badung pada hari ini, terdiri dari empat pria dan dua perempuan. Usianya antara 30 hingga 76 tahun.

Sebanyak dua orang tidak memiliki komorbid. Empat lainnya berkomorbid dengan jenis gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung.

Empat dirawat di RSUD Mangusada, satu di RS Surya Husada Nusa Dua, dan seorang lagi di RSUD Bali Jimbaran. Tiga di antara pasien ini meninggal hari ini, dua orang pada 17 Juli, dan seorang lagi pada 16 Juli.

Pasien meninggal dilaporkan Tabanan berjumlah 4 orang, terdiri dari 2 perempuan dan 2 pria. Usianya antara 40 sampai 91 tahun.

Berkomorbid

Keempatnya dirawat di 4 rumah sakit berbeda. Satu di RSUD Mangusada, seorang di RSU Nyitdah, seorang di RSU Kasih Ibu Tabanan, dan satu lagi di RSUD Tabanan.

Seluruh pasien memiliki komorbid. Jenisnya, tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, gangguan paru, dan jantung. Tiga di antaranya meninggal 18 Juli, sedangkan 1 pasien meninggal 3 hari lalu, 15 Juli.

Empat pasien meninggal dilaporkan Denpasar seluruhnya pria. Usianya antara 48 hingga 77 tahun.

Dua di antaranya dirawat di RSUP Sanglah, satu orang di RS Bali Mandara, dan seorang lagi di RSU Dharma Yadnya. Sebanyak dua orang tidak berkomorbid dan sisanya memiliki penyakit bawaan. Jenisnya tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan jantung.

Dua pasien dilaporkan meninggal hari ini. Sementara dua lagi meninggal pada 17 Juli.

Jembrana melaporkan 3 pasien meninggal yang seluruhnya perempuan. Pasien berusia antara 33 hingga 60 tahun.

Seluruhnya dirawat di RSU Negara dan memiliki komorbid. Jenis penyakit yang diderita, yaitu gangguan paru, stroke, tekanan darah tinggi, dan gangguan ginjal. Ketiganya meninggal hari ini.

Karangasem pada hari ini melaporkan 2 korban jiwa, sama dengan sehari sebelumnya. Terdiri dari seorang pria dan perempuan.

Usianya 63 tahun dan 78 tahun. Satu orang dirawat di RSU Balimed Karangasem memiliki komorbid tekanan darah tinggi dan seorang yang dirawat di RSU Karangasem tidak memiliki komorbid. Keduanya meninggal pada 17 Juli.

Pasien dari Buleleng merupakan perempuan berusia 26 tahun. Warga ini masuk ke RSUD Buleleng pada 8 Juli dan terkonfirmasi di hari yang sama. Pasien yang dalam kondisi hamil ini meninggal 10 hari setelah dirawat, 18 Juli

Kumulatif korban jiwa mencapai 1.769 orang. Rinciannya 1.763 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 405 orang, Badung 291 orang, Tabanan 235 orang, Buleleng 224 orang, dan Gianyar 149 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Karangasem 130 orang, Bangli 126 orang, Jembrana 101 orang, dan Klungkung 86 orang. Terdapat juga 16 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2021/07/18/205142/Bali-Tambah-Puluhan-Kematian-COVID-19,…html

Leave a Reply