Terdampak PPKM, Penjualan Sapi Bali di Beringkit Lesu Jelang Idul Adha

MANGUPURA– Tiga hari menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan sapi di Pasar Hewan Beringkit, Mengwi, Badung, terpantau sepi.

Para pedagang mengaku, sepinya permintaan sapi dampak dari PPKM Darurat Jawa-Bali.

Bahkan menurut pedagang, tanda-tanda penjualan sapi Bali untuk hari raya kurban lesu sejatinya sudah terlihat sejak Covid-19 merebak tahun lalu.

Baca juga: Pura-Pura Belanja, Pria Asal Jember ditangkap Usai Gasak Rokok

Penurunan penjualan juga terlihat pada hari raya Idul Fitri 2021 lalu.

“Penjualan sapi di Pasar Beringkit saat ini sangat rendah, bahkan jatuh di angka 20 persen. Dari 20.000 sapi yang kami sediakan, terjual hanya 50 persen,” terang Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung, I Made Sukantra, Jumat kemarin (16/7).

Dijelaskan, bila situasi normal tidak pandemi, sebulan hingga seminggu sebelum Idul Adha banyak permintaan jual beli sapi Bali.

Namun, untuk saat ini penjualan sapi potong sudah tidak ada pengiriman lagi. Pengiriman sudah dilakukan mulai tanggal 20 bulan lalu.

“Pesanan sapi Bali biasanya datang dari Surabaya dan Jakarta. Tapi, kadang juga ke luar Jawa, seperti Palembang hingga Kalimantan Utara,” ungkap Sukantra.

Menurut Sukantra, rendahnya penjualan disebabkan ketentuan pusat di mana dalam perayaan Idul Adha tahun ini tidak ada pemotongan hewan kurban secara besar-besaran.

Kalaupun ada pemotongan diarahkan ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Sapi Bali yang dijual memiliki berat khusus 350 kg.

Penjualnya berasal dari seluruh Bali seperti Nusa Penida, Klungkung, Karangasem, Buleleng, Bangli, dan Jembrana.

Meski minim order, harga daging sapi hidup cenderung naik. Dari semula Rp 43ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp 47 ribu per kilogram.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply