Angkasa Pura Akui Belum Ada Sinyal Gelombang Eksodus WNA Via Bali

MANGUPURA– Pihak PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai menyatakan jika sampai saat ini, belum ada sinyal terkait gelombang eksodus warga Negara asing dari Bali.

Seperti disampaikan Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai Taufan Yudhistira, Jumat (16/7) kemarin.

“Belum ada permohonan dari negara lain untuk menjemput warganya dari Bali,” ujar Taufan Yudhistira.

Baca juga: Disuruh Tutup, Dagangan Diborong, Polisi Masih Beri Pedagang Sembako

Kendati demikian, jika sewaktu-waktu ada permintaan dari negara lain, maka pihak Bandara Ngurah Rai menyatakan siap melayani. Tidak hanya untuk negara, pihak swasta dari luar negeri pun diakui Taufan akan dilayani.  

“Tempo hari, ada dari perusahaan kapal pesiar dari Amerika menyewa pesawat charter untuk menjemput pegawainya (WNI) di Bali untuk dibawa ke Amerika,” ungkap Taufan.

Lebih lanjut, Taufan menambahkan, sejak pandemi, terutama sejak diberlakukan PPKM Darurat, suasana di Bandara Ngurah Rai menjadi lengang.

Hal itu bisa dilihat dari kedatangan pesawat domestik yang terus menurun.

Pada awal penerapan PPKM Darurat tanggal 3 Juli lalu, pesawat domestik yang datang berjumlah 35 pesawat. Sedangkan 4 Juli sebanyak 47 pesawat.

Setelah itu, mulai 5 – 15 Juli setiap harinya jumlah kedatangan pesawat domestik terus terjun bebas, tidak lebih dari 30 pesawat. Bahkan dari tanggal 12 Juli, jumlah kedatangan domestik tidak lebih dari 20 pesawat

Setali tiga uang, pesawat di keberangkatan domestik juga menurun. Pada 3 Juli 2021 tercatat 35 pesawat, 4 Juli tercatat 49 pesawat. Setelah itu jumlah keberangkatan pesawat domestik tak lebih dari 30 pesawa.

 Menurunnya jumlah pesawat ini tentu berbanding lurus dengan menurunnya jumlah penumpang.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply