Wow! Salak Gula Pasir Pupuan Tabanan Jajaki Pasar Ekspor

TABANAN – Selain buah manggis dari Tabanan yang telah diekspor ke negara Tiongkok, salak gula pasir akan menyusul. Buah salak bakal diekspor seiring dengan adanya permintaan dari luar negeri.

Sekedar diketahui saat ini komoditas salak khususnya salak gula pasir banyak dikembangkan di Kecamatan Pupuan dan daerah sekitar di Tabanan. Bahkan salak gula pasir kini tengah masuk tahap registrasi kebun. Untuk memenuhi syarat jual beli tembus pasar luar negeri.

“Sejauh ini sedang proses. Sekarang lagi registrasi kebun untuk syarat ekspor,” jelas Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana, Kamis (15/7).

Baca juga: Badung akan Gelontor Bansos PPKM Darurat, Bagaimana Nasib “Mang Adi”?

Menurutnya, permintaan salak gula pasir dominan datang dari sejumlah negara tetangga di Asia Tenggara. Di antaranya Malaysia dan Singapura.

“Rencana (pengirimannya) Malaysia dan Singapura,” kata Budana.

Sejauh ini, sambung dia, komoditas perkebunan yang masih jadi unggulan dari Tabanan di pasar luar negeri adalah Manggis.

“Tapi saat ini (Manggis) belum produksi. Belum musimnya panen. Biasanya nanti pada September ke atas,” sebutnya.

Tiongkok masih menjadi negara yang paling banyak melakukan permintaan terhadap Manggis. Disusul kemudian dengan Thailand.

“Ke Tiongkok paling banyak. Walaupun (pandemi) Covid-19 tetap diminta,” tandanya.

Sementara itu dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tabanan tahun ini, produksi Manggis pasa 2019 sebesar 69 ton. Pada tahun berikutnya, 2020, meningkat menjadi 1.025 ton. Sementara untuk Salak, produksinya relatif tinggi. Pada 2019 sebanyak 114,8 ton. Kemudian pada 2020 sebanyak 188,5 ton.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply