Sudah Telan Anggaran Rp 6 M, Kelanjutan Proyek BBI di Badung Mangkrak

MANGUPURARefocusing anggaran akibat Covid-19 membuat sejumlah proyek di Badung harus dihentikan pembangunannya.

Salah satunya pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Proyek yang sudah menyedot anggaran sebesar Rp6 miliar sejak dikerjakan 2019 itu dipastikan tahun ini tidak bisa dilanjutkan.

Baca juga: Batuk Darah, Wanita 45 Tahun Tewas di Kamar Kos

Proyek tersebut dibuat dengan tujuan menjaga ketersediaan ikan air tawar di Badung. Pembangunan BBI yang diperkirakan menelan anggaran Rp34 miliar.

“Kami mohon permakluman karena proyek belum bisa dilanjutkan. Mestinya proyek selesai pada 2020. Namun, karena ada refocusing anggaran akibat pandemi, pembangunan ditunda dulu,” ujar Kepala Dinas Perikanan Badung, Nyoman Suardana, Jumat (16/7).

Bahkan akibat mandek, kondisi di sekitaran proyek banyak ditumbuhi rumput liar.

Menurut Suardana, kolam yang sudah jadi tetap akan dimanfaatkan untuk pembenihan.

“Jadi, walaupun belum jadi secara total tetap kami manfaatkan. Pembenihan dilakukan BBI Dinas perikanan,” imbuh Suardana.

Lebih lanjut dijelaskan, petugas tidak berkantor di lokasi karena belum memiliki fasilitas yang layak.

Untuk sementara, pihaknya hanya membangun sebuah balai bengong atau gazebo secara swadaya untuk berteduh saat terik atau hujan saat bertugas di lapangan.

“Banyak ditumbuhi semak belukar, tapi bukan barati mangkrak. Sebab yang sudah bisa dimanfaatkan kami manfaatkan,” tutur mantan Kabag Umum Setda Badung itu.

Selain kolam, di atas lahan kurang lebih tiga hektar itu akan dibangun pos jaga, gudang pakan dan mesin pelet, gudang pupuk kandang, tugu karang, garasi, aula, asrama, kantor pengelola, gudang genset, kolam pemijahan/pemberokan, dan bak pengolahan limbah. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply