Pengguna Jasa Penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk Turun 70 Persen

NEGARA–Jumlah pengguna jasa penyeberangan di Pelabuhan Ketapang- Gilimanuk, Jumat (16/7) mengalami penurunan sangat drastic.

Penurunan ini, menyusul pascapemberlakukan pembatasan pelayanan penyeberangan bagi pengguna jasa penyeberangan non logistik di Perairan Selat Bali.

Seperti dibenarkan General Manager (GM) PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Gilimanuk Suharto.

Baca juga: Pemkab Jembrana Sumbang Puluhan Ekor Hewan Kurban Senilai Rp 180 Juta

Saat dikonfirmasi, Suharto mengatakan jika dari persentase, jumlah pengguna jasa penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jatim menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali maupun sebaliknya mengalami penurunan hingga 70 persen.

Paling terlihat, selain penurunan jumlah kendaraan pribadi, penurunan drastic juga terlihat dari pergerakan atau mobilitas penumpang non kendaraan.

 “Kendaraan logistik masih normal, untuk non logistik ada penurunan. Tingkat kesadaran juga sekitar 70 persen mengikuti aturan,” jelasnya.

Kata Suharto, penurunan jumlah orang yang mengendarai kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat maupun kendaraan umum, serta penumpang pejalan kaki lebih, diduga lebih karena adanya pembatasan jam operasional.

Rata-rata para pengguna jasa penyeberangan, ini menggunakan jasa penyeberangan saat siang hari.

Bahkan karena ada pembatasan, imbuh Suharto, pengguna jasa penyeberangan datang ke pelabuhan sebelum jadwal jam operasional untuk penyeberangan non logistik.

“Masih ada beberapa travel datang sebelum jam buka layanan dan mereka menunggu sampai jam operasional dibuka. Mungkin harapannya dapat penyeberangan kapal pertama,” ungkapnya.

Disebutkan, berdasarkan data ASDP untuk mobilitas orang atau penumpang yang masuk ke Bali pada 13 Juli 2021 tercatat sebanyak 3.200 orang, sehari kemudian 14 Juli turun menjadi 1.806 orang.

Sedangkan saat penerapan pembatasan penyeberangan 15 Juli sempat naik 2.097 orang, dan kemudian turun lagi pada 16 Juli menjadi 1.833 orang. 

Arus lalu lintas orang yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, di tanggal 13 Juli 2021 mencapai 3.021 orang, sehari setelah penerapan pembatasan turun menjadi 2.180 orang tanggal 14 Juli dan pada 16 Juli 2021 turun 1.919 orang.

Seperti diketahui, penyeberangan pelabuhan Ketapang-Gilimanuk atau sebaliknya diberlakukan aturan pembatasan angkutan.

Bagi pelaku perjalanan yang menggunakan bus, kendaraan pribadi, motor, travel dan pejalan kaki hanya dilayani siang hari.

Pelabuhan Ketapang melayani dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dan Pelabuhan Gilimanuk hanya melayani dari pukul 07.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA.

Sedangkan untuk angkutan logistik dibuka 24 jam.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply