Genap 10 Hari, Dua Zona Merah Ini Laporkan Kematian COVID-19

Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Jumat (16/7) ini, dilaporkan tambahan puluhan korban jiwa, yaitu sebanyak 21 orang. Ada 8 kabupaten/kota yang mencatatkan kematian karena COVID-19.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, tambahan korban jiwa terbanyak dilaporkan Badung dan Buleleng. Masing-masing melaporkan jumlah kematiannya mencapai 5 orang.

Disusul Tabanan dan Denpasar, sama-sama bertambah 3 orang. Kemudian, Jembrana melaporkan 2 korban jiwa. Tambahan masing-masing 1 korban jiwa dicatatkan Gianyar, Bangli, dan Karangasem.

Genap sepuluh hari, Tabanan dan Buleleng yang merupakan zona merah melaporkan kematian COVID-19. Total korban jiwa dilaporkan Buleleng dalam 10 hari terakhir menjadi 28 orang, sedangkan Tabanan mencapai 23 orang

Sebanyak lima pasien meninggal dilaporkan Badung terdiri dari 3 perempuan dan 2 pria. Usianya antara 52 hingga 95 tahun.

Dilihat dari komorbidnya, tiga memiliki penyakit. Jenisnya, gangguan ginjal, gangguan paru, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Untuk 2 pasien meninggal tidak berkomorbid.

Empat di antaranya meninggal hari ini di RSUD Mangusada. Hanya satu meninggal 14 Juli di RS Surya Husada Nusa Dua, tapi baru dicatatkan hari ini.

Lima pasien meninggal dilaporkan Buleleng terdiri dari 3 pria dan 2 perempuan. Usianya antara 36 hingga 65 tahun.

Dilihat dari komorbidnya, 3 memiliki sedangkan 2 tidak ada. Penyakit penyerta yang diderita adalah diabetes, gangguan paru, dan epilepsi. Seluruhnya  meninggal hari ini, 16 Juli.

Pasien dari Denpasar dilaporkan sebanyak 3 orang, terdiri dari 2 perempuan dan seorang pria. Umurnya antara 45 hingga 76 tahun.

Seluruhnya memiliki komorbid. Jenisnya gangguan jantung, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, hipertensi, dan gangguan ginjal. Seluruhnya meninggal 15 Juli namun baru dicatatkan hari ini.

Meninggal Hari Ini

Tiga korban jiwa dilaporkan Tabanan, terdiri dari seorang perempuan dan 2 pria. Umurnya di antara 52 hingga 57.

Seluruhnya memiliki komorbid, dengan jenis diabetes dan gangguan hati. Ketiganya meninggal hari ini.

Dua pasien meninggal dari Jembrana, berjenis kelamin perempuan. Umurnya 33 dan 45 tahun. Pasien seluruhnya meninggal tanpa komorbid pada hari ini di RSU Negara.

Pasien dari Karangasem berjenis kelamin pria berusia 78 tahun. Warga ini masuk RSUD Karangasem pada 10 Juli namun terkonfirmasi 4 hari sebelumnya. Pasien tanpa komorbid ini meninggal 15 Juli.

Pasien dari Gianyar merupakan perempuan berusia 22 tahun. Warga ini masuk ke RSUD Wangaya pada 10 Juli dan terkonfirmasi 2 hari kemudian. Pasien tanpa komorbid ini meninggal hari ini.

Pasien dari Bangli merupakan perempuan berusia 63 tahun. Warga ini masuk ke RSUD Bangli pada 14 Juli namun terkonfirmasi dua hari sebelumnya. Pasien dengan gangguan paru ini meninggal pada 16 Juli.

Kumulatif korban jiwa mencapai 1.726 orang. Rinciannya 1.720 WNI dan 6 WNA.

Posisi lima teratas dengan jumlah warga meninggal karena COVID-19 terbanyak adalah Denpasar 395 orang, Badung 284 orang, Tabanan 228 orang, Buleleng 218 orang, dan Gianyar 149 orang. Sedangkan posisi keenam hingga sembilan adalah Bangli 124 orang, Karangasem 126 orang, Jembrana 95 orang, dan Klungkung 85 orang. Terdapat juga 16 warga kabupaten lain yang meninggal karena COVID-19 di Bali. (Winatha/balipost)

Sumber https://www.balipost.com/news/2021/07/16/204923/Genap-10-Hari,Dua-Zona…html

Leave a Reply