Dituntut 17 Tahun, Pengedar Narkoba Kelas Kakap Kena 13 Tahun Penjara

DENPASAR – Terdakwa Suhadi, 40, yang menyimpan beragam jenis narkotika dengan berat puluhan gram lolos dari hukuman berat sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dituntut 17 tahun penjara oleh JPU, Suhadi mendapat diskon empat tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Suhadi dengan pidana penjara selama 13 tahun,” kata hakim I Wayan Sukradana dalam sidang daring kemarin (15/7).

Hakim menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika.

Baca juga: Tingkat Hunian Ruang Covid pada RS di Tabanan Capai 72 Persen

Selain menjatuhkan pidana penjara selama 13 tahun, hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara. Subsider atau hukuman pengganti ini juga lebih ringan dari tuntutan JPU, yakni enam bulan penjara.

Suhadi yang saat ini ditahan di Rutan Bangli langsung manggut-manggut mendengar putusan hakim.

“Bagaimana saudara terdakwa, apakah menerima putusan ini?” tanya hakim.

“Saya menerima, Yang Mulia,” jawab Suhadi sambil menganggukkan kepala.

Di sisi lain, JPU Swastini yang tuntutan pidana penjaranya tidak dikabulkan sepenuhnya enggan langsung menerima putusan hakim.

“Kami pikir-pikir, Yang Mulia,” katanya.

Suhadi ditangkap dengan barang bukti berupa ganja seberat 23,247 gram netto, hasis dengan berat 488 gram netto, sabu-sabu seberat 45 gram netto, dan ekstasi seberat 9,42 gram netto. 

Selain menyimpan narkoba, terdakwa juga menyimpan uang Rp 227 juta diduga hasil jualan narkoba.

Pria kelahiran 21 Juli 1980 itu ditangkap pada 4 Maret 2021 di Jalan Pulau Singkep, Pendungan, Denpasar Selatan. Ketika ditangkap dan digeledah, petugas tidak menemukan barang bukti.

Namun dari hasil interogasi, terdakwa mengakui menyimpan narkotika di rumahnya di Jalan Pulau Belitung, Gang Babakan Sari VI C Desa Pedungan, Denpasar Selatan. 

Benar saja, ketika dilakukan penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan beragam jenis narkotika yang dikemas dalam plastik klip siap untuk diedarkan.

Terdakwa mengaku menerima barang haram tersebut dari seseorang bernama John Andre (DPO). Rencananya, paket Narkotika itu akan diserahkan kepada seseorang bernama Ronaldo (dilakukan penuntutan secara terpisah). 

Dari Jhon Andre terdakwa dijanjikan upah Rp 1 juta per paket ganja. Sedangkan untuk paket narkotika lainnya belum diberitahu besaran upahnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply