Tendang Anjing dan Ancam Warga, Anggota Dewan Buleleng Dipolisikan

SINGARAJA – Anggota DPRD Buleleng Kadek Widana diadukan ke Mapolsek Banjar.

Politisi asal Desa Kayuputih Kecamatan Banjar itu diadukan ke polisi atas dugaan melakukan tindak pengancaman.

Politisi Partai Gerindra, ini diadukan ke polisi oleh Putu Sumadana alias Donal, 45, warga Banjar Dinas Taman, Desa Kayuputih.

Baca juga: Buaya Muara di Gianyar yang Sempat Viral Ditemukan Mati Terkena Jaring

Peristiwa itu terjadi pada pukul 19.30 Senin (13/7) malam lalu.

Menurut Donal pada Senin malam, Widana yang juga anggota DPRD Buleleng dari Fraksi Gerindra itu datang ke rumahnya.

Saat mendatangi rumah, dari keterangan pelapor, Widana sempat menendang anjing peliharaan miliknya.

Namun saat anjingnya ditendang, Donal mengaku sedang tidak berada di rumah. Ia tengah berada di rumah pamannya, yang berjarak sekitar 50 meter.

“Kemudian Pak Kadek ini datang. Ya saya sambut. Waktu itu memang ada marah-marah. Katanya saya ada menantang di facebook. Saat itu tangannya menyambar muka saya, tapi saya tepis. Biar tidak terjadi perkelahian. Saya langsung minta maaf, karena saya merasa tidak pernah punya masalah,” kata Donal.

Bahkan saat kejadian itu, kerabatnya sempat melerai. Bahkan sempat terjadi aksi saling menarik. Tak lama setelah kejadian itu, Widana pun pergi dari lokasi.

Sementara Donal mendatangi Mapolsek Banjar pada Senin malam, guna mengajukan pengaduan masyarakat sekaligus meminta perlindungan.

“Saya jarang bertemu sama Pak Kadek. Saya kan hanya petani, sedangkan beliau menjabat di DPR. Saya hanya kaget saja, bukan marah. Saya ke polisi hanya minta perlindungan, agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Kadek Widana secara terpisah mengaku dirinya tak melakukan pengancaman.

Ia mendatangi Putu Sumadana hanya untuk melakukan klarifikasi. Karena ada informasi yang menyebut bahwa Sumadana menantang dirinya.

“Saya hanya mau bertanya, apa benar ada menantang saya. Waktu itu dia kan bilang tidak ada. Setelah bilang tidak ada, ya saya peluk dia. Segitu saja. Tidak ada pengancaman, apalagi kalau dibilang memukul,” kata Widana.

Sementara itu Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengakui adanya pengaduan masyarakat yang terkait Kadek Widana.

“Statusnya pengaduan masyarakat, bukan laporan polisi. Itu pengaduan terkait pengancaman. Rencananya kami akan minta keterangan dari beberapa orang yang diduga mengetahui peristiwa ini,” kata Agus Dwi.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply