Parah! Penertiban PPKM di Jembrana Salah Sasaran Tutup Usaha Esensial

NEGARA – Petugas gabungan dalam penertiban tempat usaha serangkaian PPKM Darurat di Jembrana salah sasaran. Seperti saat operasi penutupan usaha dengan penempelan stiker penutupan sementara, Kamis (15/7), petugas justru memasang stiker penutupan pada sektor kritikal dan sektor esensial.

Petugas gabungan memasang stiker bertuliskan penutupan sementara selama PPKM darurat pada bengkel motor dan perusahaan finance. Padahal bengkel motor masuk kategori sektor kritikal yang buka 100 persen dan finance masuk sektor esensial tetap buka dengan kapasitas 50 persen.

Sedangkan dealer motor yang masih dalam satu gedung sudah ditutup sebelum pemberlakukan PPKM darurat.

Baca juga: Tak Pakai Masker, Tiga Turis di Ubud Didenda Rp 1 Juta

Setelah menyampaikan komplain atas penutupan tersebut, akhirnya petugas gabungan mendatangi lagi. Selanjutnya, petugas tidak mempermasalahkan melepas lagi stiker. Kemudian layanan bengkel dan finance kembali dibuka lagi.

“Tempat ini memang ada dealer, finance dan bengkel. Kalau dealer memang sudah ditutup dan finance sudah diberlakukan 50 persen pegawai yang masuk,” kata salah seorang pegawai finance yang ditertibkan petugas.

Kasatpol PP Jembrana I Made Leo Agus Jaya berkelit bahwa dalam menjalankan operasi PPKM Darurat tim yustisi dari satpol PP, TNI dan Polri selalu didampingi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jembrana.

“Kita hanya melaksanakan yang menurut dinas terkait memang harus tutup,” ungkapnya.

Mengenai penempelan stiker penutupan tersebut, menurutnya karena ada kesalahpahaman. Pasalnya, dalam satu gedung tidak hanya ada bengkel dan finance, tetapi juga dealer motor yang harus tutup. Karena itu, stiker penutupan dilepas lagi dan mengingatkan perusahaan agar mengikuti aturan PPKM darurat.

“Mungkin karena salah paham saja. Soalnya di sana juga ada dealer yang semestinya tutup,” terangnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply