Maling Perhiasan Emas Untuk Judi Jangkrik, Residivis Ditangkap Lagi

SEMARAPURA-I Gede Mindra, 32,  pria residivis kasus pencurian asal Kecamatan Nusa Penida, Klungkung kembali harus kembali berurusan dengan polisi.

Ia kembali ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres Klungkung karena kembali lagi melakukan aksi pencurian.

Kali ini, ia ditangkap bersama rekannya, I Wayan Agus Saputra, 26 yang juga asal Kecamatan Nusa Penida.

Baca juga: Pemerintah Larang Salat Idul Adha Berjamaah, Kurban Dilakukan di RPH

Adapun hasil dari penjualan puluhan gram perhiasan emas yang dicuri dari rumah tetangga Mindra di Jalan Srikandi IV, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Klungkung itu digunakan keduanya untuk berjudi.

Kapolres Klungkung, AKBP I Made Dhanuardana, saat jumpa pers di Mapolres Klungkung, Kamis (15/7) menjelaskan, penangkapan kedua pelaku pencurian emas ini, berawal dari adanya laporan Korban Cokorda Gde Agung Sandiadnyana Putra, 38, warga Jalan Srikandi IV, Kelurahan Semarapura Klod Kangin.

Sesuai laporan, korban kehilangan sejumlah perhiasan emasnya dengan total berat sekitar 49,7 gram senilai Rp 30 juta yang disimpan di rumahnya, Minggu (27/6).

Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Klungkung langsung melakukan penyelidikan.

“Dari hasil penyelidikan mengarah ke seorang residivis (Mindra, Red) yang mengontrak di sebelah timur rumah korban. Pada Selasa (13/7) sekitar pukul 15.00, pelaku diamankan di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra wilayah Klotok,” ujar AKBP I Made Dhanuardana.

Dari hasil interogasi, Mindra mengaku bersama rekannya Saputra melakukan pencurian emas di rumah korban pada Kamis (24/7).

Keduanya mudah keluar masuk rumah korban lantaran rumah tersebut dalam kondisi kosong cukup lama karena ditinggal penghuninya pulang kampung untuk mengikuti upacara adat.

“Rumah itu sudah diintai pelaku. Pelaku yang tinggal bertetangga dan rumah tersebut dalam kondisi tidak berpenghuni memudahkan mereka dalam beraksi,” katanya.

Perhiasan emas yang dicuri keduanya sebagian besar sudah dijual. Di mana pelaku menjual perhiasan emas tersebut ke pembeli emas di pinggir jalanan yang tidak membutuhkan surat-surat perhiasan emas untuk membeli perhiasan tersebut.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan keduanya, yakni dua buah kalung emas, satu unit mobil pikap DK 8798 MD, uang Rp 1 juta, dan lainnya.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KHUP dengan ancaman pidana tujuh tahun,” tandasnya.

Sementara itu, Mindra mengungkapkan ia adalah seorang residivis kasus pencurian yang menjalani asimilasi tahun 2019 lalu.

Saat bebas dari penjara, ia mengaku kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan.

Sehingga ia kembali lagi melakukan aksi pencurian. Hasil dari menjual perhiasan emas curiannya itu, ia gunakan untuk membantu keluarga dan juga judi jangkrik di wilayah Denpasar.

“Saya menyesal. Saya tidak akan mencuri lagi,” ujar ayah dua anak ini.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply