Bocor! Dari 2.000 Truk, Cuma 1.200 Kena Pajak Galian C di Karangasem

AMLAPURA – Sektor galian C menjadi salah satu sumber pendapatan terbesar di kabupaten Karangasem selama ini. Bahkan, di masa pandemi covid-19, sektor ini yang menyelamatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem.

Upaya menekan kebocoran dari sektor galian C pun dilakukan pemerintah dengan memperketat pengawasan pada titik tertentu. Bahkan membangun pos portal di beberapa wilayah perbatasan. 

Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika mendorong upaya pemkab Karangasem untuk membangun pos portal pengawasan galian C. Suastika mengatakan, sejumlah titik perlu di bangun pos pengawasan, seperti di setiap perbatasan wilayah pintu keluar Karangasem.

“Kami dorong untuk membangun pos pengawasan di setiap perbatasan pintu keluar Karangasem, ini untuk menekan kebocoran,” ujar Suastika, Rabu (14/7).

Saat ini, pos portal galian C di perbatasan baru ada di perbatasan Desa Tianyar Barat kecamatan Kubu-Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Pihaknya ingin, pos portal galian C juga di bangun di perbatasan Yeh Malet-Pesinggahan, Kabupaten Klungkung, perbatasan Desa  Pesaban-Klungkung, maupun di Desa Pempatan yang berbatasan dengan kabupaten Bangli.

Baca juga: Terendam Air Laut, Tanaman Padi di Klungkung Terancam Gagal Panen

“Walau saat ini rata-rata setiap harinya ada 1.200 truk yang bisa di pungut pajaknya, tetapi kebocoran masih tetap terjadi karena dari penyampaian eksekutif jumlah truk per harinya keluar Karangasem membawa Galian C 1.800 sampai 2.000 truk,” ungkapnya.

Politisi asal Dusun Juuklegi, Desa Duda Timur, kecamatan Selat ini sangat berterimakasih kepada para pengusaha galian C karena dimasa pandemi masih mampu menyumbang pajaknya ke Pemkab Karangasem. Akan tetapi, pihaknya juga berharap para pengusaha ikut bersama membangun Karangasem.

“Terimakasih saya sampaikan kepada para pengusaha, meski di masa pandemi masih bisa menyumbangkan PAD ke daerah,” imbuhnya.

Sementara dorongan serupa juga disampaikan Ketua Fraksi Golkar, I Nyoman Sumadi. Politisi asal Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis ini meminta pemerintah daerah lebih serius melakukan pengawasan galian C.

Pihaknya pun sangat setuju upaya yang dilakukan oleh pemkab Karangasem yang akan membangun empat pos pengawas pintu keluar Karangasem yang tujuannya menekan kebocoran.

“Kami juga hargai upaya itu dan mendukungnya lewat persetujuan RPJMD kabupaten yang sudah di sepakati,” kata Sumadi.

Bukti bahwa pentingnya memperketat pengawasan, kata Sumadi terlihat dari angka pendapatan dari sektor galian C ini. Seperti pada triwulan II, Pemda punya target penerimaan pendapatan sebesar RP15,5 miliar, yang realisasinya sebesar  Rp19,4 miliar atau terlampaui sebesar Rp3,9 miliar.

Sedangkan dihitung secara kumulatif hingga bulan Juli triwulan III realisasinya mencapai Rp20,6 miliar dari target anggaran induk tahun 2021 sebesar Rp44,5 miliar.

“Dari data tersebut dapat kami kaji, capaian melampaui di triwulan II karena ada langkah pengawasan gencar dari pihak eksekutif dengan menaruh team pendamping, pemantauan pos portal, dan lainya,” ucapnya.

Upaya mendorong pemkab Karangasem untuk membangun pos pengawasan di pintu keluar ini, terlebih dengN menggunakan siste elektronik, kebocoran pendapatan dari galian c akan lebih nyata bisa diatasi.

“Karena sistem mesin yang bekerja,dan tidak terjadi pertemuan orang dengan orang. Yang terjadi adalah kartu eletronik berisi uang, gesek dengan mesin, uang sudah masuk ke kas daerah,” imbuhny

Selain itu,  ide membangun jembatan timbang untuk meminimalkan kebocoran dari sisi tonase, juga merupakan ide bagus dan akan lebih sempurna jika sistemnya juga berbasis elektronik. Truk yanh masuk jembatan timbang bisa tercatat oleh mesin.

“Berapa kubik muatnya. Itu akan terlihat. Namun hal itu mesti dikaji terlebih dahulu dari sisi legalitas dan regulasinya,” terang Sumadi.

Mungkin salah satunya dgn cara merevisi Perda tentang pajak dan retribusi daerah, sehingga apa yang laksanakan benar secara hukum dan bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat Karangasem.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply