Tahap Awal, Sembako Pedagang Kecil Terdampak PPKM Darurat Diserahkan

NEGARA- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak tanggal 3 Juli 2021 lalu membuat sejumlah sektor  formal dan non formal di Jembrana terdampak.

Salah satunya seperti yang dirasakan pedagang kecil di “Gumi Makepung” Jembrana. Akibat pembatasan jam operasional selama PPKM Darurat, pendapatan masyarakat kecil ini terdampak.

Menyikapi hal ini, Bupati Jembrana I Nengah Tamba berinisiatif membantu masyarakat Jembrana khususnya pedagang kecil yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas, Tiga Anak Perempuan Korban Kabur dari Kos

Langkah Bupati Tamba, ini yakni dengan mengalokasikan anggaran bantuan sosial (bansos) yang berasal dari penyisiran dan refocusing Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jembrana.

 Kemudian bupati memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) untuk segera merealisasikan bansos.

Kepala Disos Jembrana Made Dwipayana saat dikonfirmasi mengatakan, bantuan sosial itu sesuai arahan Bupati Jembrana I Nengah Tamba untuk meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya di tengah penerapan kebijakan PPKM Darurat.

Anggarannya bersumber dari refocusing APBD Induk 2021.

“Besok (Kamis (15/7)) akan kita salurkan bantuan tersebut mulai dari Kecamatan Pekutatan. Penyaluran bantuan akan kami pusatkan di kantor camat Pekutatan. Dengan sasaran pedagang kecil yang terdampak pandemi dan PPKM Darurat,”terang Kadisos Jembrana Made Dwipayana, Rabu (14/7).

Adapun terkait besaran, imbuh Made Dwipayanan, per orang akan diberikan 15 kilogram beras premium.

Ditambahkan Dwipayana, agar penyaluran bansos tepat sasaran, pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap warga.

“Sebelumnya sudah kita lakukan pendataan dan verifikasi untuk menghindari salah sasaran penerima bantuan sosial. Pendataan kita lakukan dari tingkat desa dan kami lakukan verifikasi agar tepat sasaran dan tidak terjadi double dengan penerima,” tambah Made Dwipayana.

Dari data yang sudah dilakukan verifikasi itu, sudah didapatkan jumlah penerima yang tepat di masing–masing kecamatan hingga tingkat desa.

Diantaranya, untuk di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan dengan jumlah penerima bansos sebanyak 98 orang.

Kemudian di Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, ada sebanyak 17 orang penerima;

Desa Dangintukadaya Kecamatan Jembrana sebanyak 105 orang; tiga desa di Kecamatan Negara ada yakni Desa Pengambengan sebanyak 90 penerima, Desa Lelateng sebanyak 27 penerima, dan Desa Kaliakah sebanyak 91 penerima.

Kemudian yang terakhir dua desa di Kecamatan Melaya, yakni Desa Ekasari sebanyak 47 penerima, dan desa Tukadaya sebanyak 25 orang penerima. 

Sementara itu Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat dihubungi terpisah, mengatakan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat di tengah PPKM Darurat.

Menurut bupati, selain telah diverifikasi, bantuan sosial diberikan dengan skala prioritas.

“Karena keterbatasan anggaran, tidak memungkinkan memberikan bantuan sosial pada seluruh masyarakat. Sasarannya yang paling terdampak langsung. Verifikasi juga penting menghindari salah sasaran penerima,” terang Bupati Tamba.

Sementara, terkait penanganan Covid-19 di masa PPKM Darurat, Bupati Tamba menjelaskan telah menempuh upaya skala dan niskala.

Untuk penanganan secara skala, Pemkab Jembrana bersama tenaga medis, aparat hingga masyarakat secara bahu membahu terus berupaya memutus penyebaran Covid-19 dengan gencar melaksanakan program vaksinasi, penangan kesehatan di fasilitas kesehatan hingga menyediakan tempat karantina bagi pasien Covid-19.

Sedangkan secara niskala, pihak pemkab Jembrana telah menggelar upacara Segara Kerthi dan Wana Kerthi di Pura Segara Pengambengan dan Pura Pegubugan yang berada di tengah hutan Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

“Untuk bantuan sosial yang kita salurkan ini bagian dari Jana kerthi. Artinya, kualitas manusianya yang kita tingkatkan, khususnya menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah lama berlangsung. Kita berharap dari dari bantuan itu bisa menjadi tumpuan masyarakat terdampak di tengah situasi sulit saat ini,” pungka Bupati Tamba.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply