Sempat Menolak, Akhirnya Pasar Seni Sukawati Ditutup karena PPKM

GIANYAR – Ratusan pedagang Pasar Seni Sukawati harus menutup lapak mereka karena terimbas PPKM Darurat. Pedagang awalnya sempat menolak. Namun setelah mendapat penjelasan, pedagang pun bersedia ditutup hingga 20 Juli mendatang.

Salah satu pedagang, Made Weju, 58, menyatakan Pasar Seni Sukawati ditutup mulai Rabu (14/7). Penutupan baru dilakukan oleh petugas yang memasang tanda penutupan Selasa lalu (13/7).

“Sebelumnya pedagang tidak terima. Tapi setelah dikonfirmasi ke Dinas Perdagangan katanya mengikuti aturan Gubernur tentang PPKM,” ujar Weju, Rabu (14/7).

Baca juga: Se’i Sapi Kana Raih Sukses Berkat Ekosistem Digital GrabFood

Mendengar penjelasan dari pihak dinas, mau tidak mau, pedagang legawa menerima keputusan itu.

“Sehingga Pasar Seni Sukawati ditutup karena bukan jenis pasar rakyat,” ungkapnya.

Pedagang sovenir asal Banjar Puaya, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati itu pun tak bisa berbuat banyak atas kondisi tersebut.

“Kalau bicara rugi, sudah pasti rugi karena tidak dapat jualan,” ujarnya.

Meskipun dipastikan kehilangan pendapatan selama lima hari ke depan, pedagang mengaku mendukung upaya pemerintah tersebut.

“Saya setuju saja kalau ditutup sementara. Rugi itu pasti tapi kita kan harus mengikuti aturan yang ada,” imbuhnya.

Selain di areal pasar seni, pedagang kerajinan yang berjualan di luar pasar, yakni di kios di pinggir Jalan Raya Sukawati juga tutup. Tampak kios tertutup rolling door. Situasi serupa pada sektor nonesensial juga tampak di kios yang berada di depan pasar Gianyar.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gianyar, Luh Eka Suary mengaku tidak bisa berbuat banyak atas nasib pedagang. Sebab bukan Disperindag yang melakukan penutupan, melainkan tim gabungan provinsi.

“Niki bukan kami yang menutup. Tapi tim gabungan provinsi sesuai SE Gubernur. Kan ada pemasangan stiker itu,” ujarnya. 

Disperindag Gianyar hanya mengikuti arahan dari tim provinsi. Dia pun berharap para pedagang bisa bersabar.

“Utamakan kesehatan di masa pandemi ini, semoga pedagang bisa sabar dan tetap sehat,” pintanya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply