Pembunuh Kakak Kandung Hanya Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

SINGARAJA-Usai menganiaya kakak kandungnya hingga tewas, Tersangka Wayan Tis, 73, langsung menjalani pemeriksaan di Mapolsek Tajakula.

Sedangkan jenazah korban Ketut Kerti, telah dikuburkan di Setra Desa Adat Les, pada Rabu (14/7) sore.

Kapolsek Tejakula AKP Ida Bagus Putu Astawa saat dikonfirmasi mengatakan, polisi telah melakukan gelar perkara terkait kasus ini.

Baca juga: Pegawai Terpapar Covid-19, Sejumlah Sidang di PN Denpasar Ditunda

Dari hasil gelar perkara, polisi menjerat tersangka dengan pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Berdasarkan fakta yang dikumpulkan pihak kepolisian, Tersangka Wayan Tis dinyatakan telah melakukan penganiayaan hingga berujung meninggalnya korban.

Sejauh ini polisi menyebut tersangka sangat kooperatif dalam proses penyidikan.

“Pengakuannya memang ada masalah keluarga. Masalah waris. Jadi masalah internal keluarga menyebabkan korban dan tersangka ini sering selisih paham. Karena terus menerus terjadi, akhirnya terjadi penganiayaan seperti peristiwa kemarin (Selasa, Red) itu,” kata AKP Astawa.

Lebih lanjut, Astawa mengatakan, polisi telah memeriksa tiga orang saksi. Hanya saja polisi harus berhati-hati melakukan pemeriksaan pada saksi-saksi. Sebab dari tiga orang saksi, dua orang diantaranya masih berstatus anak-anak.

Sehingga proses pemeriksaan harus melibatkan orang tua, dan pendamping anak.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Karena yang tahu pasti kejadian tersebut memang statusnya masih anak-anak. Jadi kondisi psikis anak ini harus dipertimbangkan juga. Kami sudah koordinasikan juga dengan jaksa,” AKP Astawa. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply