Ngaben Massal, Belasan Warga dan Bendesa Gunaksa Positif Covid-19

SEMARAPURA-Sebanyak 13 warga di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Belasan warga tersebut terpapar Covid-19 usai mengikuti prosesi ngaben massal yang penyelenggaraannya dipusatkan di Banjar Patus, Desa Gunaksa, Klungkung.

Akibat kejadian ini, sejumlah prosesi upacara Ngaben akhirnya harus ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas, Tiga Anak Perempuan Korban Kabur dari Kos

Camat Dawan, I Dewa Gede Widiantara saat dikonfirmasi, Rabu (14/7) membenarkan adanya belasan warga yang terpapar Covid-19.

Bahkan menurutnya, hingga saat ini, pihaknya masih terus melakukan penelusuran.

Namun untuk data sementara, ada 13 warga Desa Gunaksa yang tercatat terkonfirmasi Covid-19.

Salah satunya Bendesa Adat setempat, I Nengah Ariyanta yang juga anggota DPRD Klungkung.

“13 warga itu berasal dari lima rumah yang berbeda. Ada warga yang meminta menjalani isolasi mandiri karena mereka terpapar Covid-19 satu keluarga,” terang I Dewa Gede Widiantara.

Dalam upacara pengabenan tersebut, ada berbagai prosesi yang dilewati.

Sesuai jadwal, tahapan upacara pengabenan itu dimulai sejak Juni dan berakhir 25 Juli 2021 mendatang.

Namun lantaran adanya klaster ngaben, prosesi ngangkid yang seharusnya digelar pagi kemarin akhirnya ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Kemarin panitia upacara ngaben telah kami kumpulkan melalui Satgas desa. Dari hasil pertemuan itu, proses pengabenan yang lainnya diputuskan untuk ditunda. Kami berfokus pada pemulihan warga ini terlebih dahulu,” kata I Dewa Gede Widiantara.

Melihat kasus Covid-19 di Kecamatan Dawan pada utamanya, pihaknya mengimbau kepada warga untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, diharapkan wabah tersebut segera berakhir.

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengungkapkan, hingga Rabu (14/7) ada lebih dari 100 warga Klungkung terkonfirmasi Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Di mana ada sebanyak 27 orang dirawat di rumah sakit yang tersebar 16 orang di RSUD Klungkung RS dan sisanya dirawat di RS Permata Hati, RS Gema Santi, RS Bali Mandara, RS Primamedika, dan RS Bayangkara.

Sementara 33 orang menjalani isolasi di hotel dan 60 orang menjalani isolasi mandiri.

“Sebagian besar merupakan klaster keluarga,” tukas Bupati Suwirta.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply