Nekat ke Bali Tanpa Surat Rapid, Sopir Pikap dan Pemotor Dipulangkan

NEGARA-Aksi pelanggaran yang dilakukan para pelaku perjalanan dan pengguna jasa penyeberangan di Perairan Selat Bali masih terjadi.

Bahkan, petugas masih menemukan pelaku perjalanan yang tidak patuh aturan. Selain tidak membawa surat keterangan rapid antigen dengan hasil negative Covid-19, ada juga para pelaku perjalanan yang membawa suket rapid test kadaluarsa.

Seperti diungkap Kasubdit Dalops Ditjen Hubdat Syaifudin Ajie Panatagama, Rabu (14/7)

Baca juga: Ibu-ibu di Denpasar Jadi Korban Begal Saat PPKM, Aksinya Terekam CCTV

Menurutnya, dari hasil pengecekan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, masih ada beberapa temuan diantaranya sopir pikap dan satu orang pengguna motor yang memiliki kadaluarsa yang tidak melengkapi surat keterangan rapid test negatif Covid-19.

Lantaran tidak membawa kelengkapan persyaratan, petugas terpaksa meminta para pelaku perjalanan yang terciduk untuk kembali ke daerah asal untuk mengurus rapid test antigen.

“Kami imbau, jangan coba-coba untuk melewati simpul-simpul transportasi tanpa melengkapi syarat yang ditentukan. Karena sekarang, baik penyeberangan pelabuhan laut, terminal sudah dilakukan pengawasan secara ketat,” tegasnya.

Selain itu, terkait pelaksanaan SE Dirjen Hubdat nomor 9 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksanaan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk pada masa Pandemi Covid-19, imbuh Syaifudin, pihaknya juga sudah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait di Pelabuhan Ketapang.

“Pelaku perjalanan umum diluar logistik, hanya dibuka siang hari,” tegasnya.

Akan tetapi, aturan yang rencananya diberlakukan mulai Rabu (14/7) hari ini, dimungkinkan masih ditunda hingga kamis (15/7) beso.

Untuk itu imbuhnya, dengan terbitnya surat edaran, maka secara otomatis tidak ada lagi mobil penumpang, bus, pengguna motor dan pejalan kaki, melakukan perjalanan di malam hari. Sedangkan untuk logistik dibuka 24 jam.  

“Kepada PO, jangan melayani permintaan penumpang di malam hari,” terangnya.

Seperti diketahui, Penyeberangan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk atau sebaliknya diberlakukan aturan pembatasan angkutan.

Bagi pelaku perjalanan yang menggunakan bus, kendaraan pribadi, motor, travel dan pejalan kaki hanya dilayani siang hari.

Pelabuhan Ketapang hanya melayanioperasional dari pukul 06.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB dan Pelabuhan Gilimanuk hanya melayani dari pukul 07.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA. Sedangkan untuk angkutan logistik dibuka 24 jam. 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply