Akibat 13 Warga di Desa Gunaksa Klungkung Positif Covid-19, Rangkaian Upacara Pengabenan Ditunda

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA – 13 Warga di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung terkonfirmasi positif Covid-19.

Padahal sebelumnya warga sempat menggelar upacara pengabenan, Sabtu (26/6/2021) lalu.

Karena kondisi tersebut, rangkaian upacara lanjutan seperti ngangkid harus ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

Hingga Rabu (14/7/2021), Satgas Covid-19 Klungkung masih melakukan tracing atau penelusuran untuk memutus penularan Covid-19 di desa setempat.

Baca juga: Memohon Tuntunan Dalam Menghadapi Pandemi Covid-19, Pemkab Klungkung Gelar Persembahyangan

Camat Dawan I Dewa Widiantara menjelaskan, upacara pengabenan sempat digelar di Banjar Patus, Desa Gunaksa, Sabtu (26/6/2021) lalu.

Lalu saat ini di desa setempat rencananya akan digelar beberapa upacara, sebagai lanjutan dari upacara pengabenan tersebut seperti Ngangkid dan Nuntun.

Hanya saja ternyata ada 13 warga di Desa Gunaksa yang positif Covid-19, berdasarkan hasil Swab yang dilakukan, Senin (12/7/2021).

” Rencananya hari ini akan digelar upacara ngangkid, serangkaian upacara ngaben di desa setempat. Tapi karena ada beberapa warga yang positif Covid-19, kemarin dari panitia menunda upacara tersebut,” ungkap Dewa Widiantara, Rabu (14/7/2021).

Widiantara menjelaskan,13 warga yang terkonfirmasi Covid-19 berasal dari 5 rumah.

Pihaknya juga sudah melaporkan hal itu ke Satgas Covid-19 di Kabupaten, dan langsung ditindaklanjuti dengan melakukan tracing atau penelusuran.

” Setau saya ada satu keluarga yang mengajukan isolasi di rumah. Mengingat yang terkonfirmasi positif itu masih satu keluarga. Yang lainnya nanti Satgas yang menyampaikan, apakah akan isolasi mandiri atau bagaimana,” ungkap Widiantara.

Pasca kejadian itu, pihaknya pun meminta masyarakat untuk semakin menggencarkan pelaksanaan prokes seperti menggenakan masker dengan benar, rajin mencuci tangan, membatasi mobilitas,  menghindari kerumunan, dan menjaga jarak. Serta kembali mengaktifkan Satgas Gotong Royong di desa adat untuk mengawasi masyarakatnya.

” Kami sadari masyarakat saat ini dalam situasi sulit, tapi protokol kesehatan harus tetap dilaksankan agar kita semua bisa segera terbebas dari situasi ini,” jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply