Terungkap, Asal Usul Narkoba Selebgram Cantik Dipasok Sang Manajer

FAKTA baru terungkap pasca penangkapan selebgram cantik Jessicaforesterr di salah satu vila elit di Jalan Mertasari, Banjar Pengubengan Kangin, Desa Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung.

Setelah menjalani penyidikan dan resmi ditetapkan tersangka, penyidik dari Badan Narkotika Nasiona Provinsi (BNNP) Bali akhirnya mengungkap asal usul sabu yang diamankan dari perempuan asal Tangerang, Banten dengan nama lengkap Jessica Adeola Forrester ini. Seperti apa?

ANDRE SULLA, Denpasar

Baca juga: Anak Pingsan Usai Divaksin di Sekolah, Ortu Murid di Badung Ngamuk

Jessica Adeola Forrester

Jessica Adeola Forrester

SEMPAT tak berkutik usai digerebek bersama pria beristri, satu per satu penyidik dari BNNP Bali akhirnya berhasil mengungkap asal muasal narkotika yang dikonsumsi selebgram cantik bersama manajer LXXY Bali Denny, 38.

Seperti diungkap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gede Sugianyar, Selasa (13/7).

Menurutnya, dari hasil interograsi, narkotika yang dikonsumsi perempuan cantik asal Tangerang, Banten itu dipasok oleh Denny yang merupakan manager di Diskotek LXXY Bali.

Dijelaskan, dugaan kuat itu setelah penyidik melakukan interogasi dan pemeriksaan atau tes urine.

“Hasil tes urine Tersangka Denny positif menggunakan sabu. Sedangkan Tersangka Jessica menggunakan sabu dan ekstasi,” terang Sugianyar.

Hal ini, imbuh Brigjen Sugianyar, mengindikasikan adanya penyalahgunaan narkoba sudah menyasar ke segala lapisan masyarakat.

 BNNP Bali imbuhnya, hadir untuk memberikan perlindungan supaya ruang gerak para bandar dipersempit dan penyalahguna narkoba bisa kita kurangi.

“Jangan sampai masyarakat terpengaruh dengan natkiba,” tegas Brigjen Gede Sugianyar didampingi Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Putu Agus Arjaya.

Sementara itu, Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Putu Agus Arjaya, menambahkan saat ditangkap di vila elit itu, kedua tersangka baru selesai menggunakan narkoba.

Barang bukti ditemukan sebagian di toilet jenis sabu dan sebagian lainnya ditemukan di tas.

“Di tas itu juga ditemukan ekstasi. Selain itu juga ditemukan korek api gas dan alat isap sabu (bong) berserakah di meja dalam kamar,” beber AKBP Putu Agus Arjaya.

Pejabat yang berlatar belakang Bea Cukai ini mengatakan Saat ini yang di dalami adalah apakah peredaran narkoba terjadi secara sistemik di Diskotek LXXY Bali.

“Dari peran ini kita akan tahu apakah dia pecandu, korban penyalahguna, atau sebagai pengedar,” ujar AKBP Putu Agus Arjaya. 

Selanjutnya atas kasus ini, selain dijebloskan ke Rutan BNNP Bali kedua tersangka juga dijerat Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika diengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara.

 

Sumber Radar Bali

Leave a Reply