Pertama di Asean, Tol Gilimanuk-Mengwi Ada Jalur untuk Pesepeda Gayung

TABANAN-Rencana pembangunan mega proyek tol Mengwi-Gilimanuk sepanjang 92, 21 kilometer terus berproses.

Jika tidak ada hambatan, proyek pembangunan jalan tol yang melintasi tiga kabupaten di Bali (Badung, Tabanan, dan Jembrana) ini, diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 17 triliun dan membutuhkan lahan sekitar 1069, 44 hektar, ini akan dimulai pada Desember 2021 mendatang.

Selain proses sosialisasi, pemerintah juga tengah melakukan pembahasan terkait rencana desain jalan tol Mengwi-Gilimanuk di masing-masing kabupaten.

Baca juga: Seorang Kakek di Jembrana Diduga Cabuli Anak Usia 9 Tahun

Rencananya, desain akan disesuaikan dengan ciri khas daerah atau kabupaten masing-masing.

Selain itu, lintasan tol Mengwi-Gilimanuk juga akan dirancang berbeda dengan lintasan jalan tol di daerah lain di Indonesia.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Provinsi Bali Putu Suarjana.

Ditemui usai rapat di kantor dengan para perbekel dan camat, Jumat (11/6), ia menjelaskan, bahwa desain pembangunan tol Mengwi-Gilimanuk akan dibangun lebih sepesifik dibandingkan pembangunan tol lainnya di Indonesia.

Kata Suarjana, spesifikasi desain itu seperti pada perlintasan yang melalui jalur atau menuju lokasi-lokasi dan pusat religius.

Menurutnya, untuk tempat-tempat upacara, seperti tempat melasti, kegiatan upacara pengabenan ke kuburan dan upacara lainnya, lintasan tol dirancang khhusus dengan dibangun di atas tol dan bukan di bawah tol.

“Jadi jalan menuju pusat religi jalannya di atas tol, bukan dibawah tol. Sehingga ini sedikit berbeda desainnya dengan daerah Jawa maupun daerah lainnya di Indonesia,” ungkapnya.  

Desain lainnya, dari Tol Gilimanuk-Mengwi, kata Suarjana, nantinya ada jalur khusus bagi kendaraan roda dua (sepeda motor) dan jalur bagi pesepeda gayung.

Selain itu, ada titik-titik simpul rest area yang dimana pengguna jalan tol dapat melakukan peristirahatan.

“Dibuat jalur khusus pesepeda tidak lainnya untuk mendorong sport tourism di Bali. Mengingat nantinya pada jalur tol akan tumbuh pusat-pusat wisata baru. Sehingga wisatawan yang hobi berwisata dengan bersepeda dapat menggunakan jalur tersebut,”jelasnya.  

Sementara untuk rest area, kata Suarjana, rest area akan dibangun dengan menampilkan desain karakter wilayah kabupaten masing-masing.

“Semisal Kabupaten Tabanan dengan ciri khas lumbung beras. Karena potensi wilayahnya pertanian, ciri inilah yang nantinya ditampilkan pada rest area tol,”tegasnya.

Menurut Suarjana, rencana desain inilah yang ditekankan pemerintah Provinsi Bali kepada pihak pemrakarsa dalam hal ini PT Sumber Rodhium Perkasa yang menjadi pelaksana pembangunan jalan tol.

Lebih lanjut, Suarjana menambahkan, pembangunan jalan tol Gilimanuk-Mengwi di Bali ini adalah tahap awal untuk menuju simpul tapak dara Pulau Bali.

“Mengapa demikian? dari barat sampai ke timur membentang tol Gilimanuk-Mengwi langsung menuju wilayah Batuan Purnama hingga tembus ke Jalan Ida Bagus Rai Mantra,”jelasnya.

Sementara dari utara ke selatan nantinya ada Tol dari Celukan Bawang, Gerokgak menembus Mengwi.

 “Nah simpul Mengwi inilah yang menjadi simpul tapak dara pulau Bali dari barat ke timur tembus Mengwi begitu pula sebaliknya. Dari utara ke selatan juga menembus daerah Mengwi,” tukasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply