Napi Perempuan Peracik Disinfektan Oplosan yang Tewas Asal Jakarta

INSIDEN pesta disinfektan oplosan yang dilakukan 21 narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II Denpasar langsung membuat heboh.

Bukan hanya para petugas lapas, namun gelaran pesta cairan beracun dengan dicampur minuman serbuk Nutrisari yang dilakukan puluhan narapidana perempuan, itu juga mengejutkan banyak publik.

Baca juga: Juragan Atap Surya Resmikan Energy Outlet Pertama di Bali

MARCELL PAMPURS, Denpasar

SUASANA pelataran Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah Denpasar sejak Kamis (10/6) terlihat lebih ramai dan sibuk.

Selain hilir mudik pasien, juga tampak petugas dari lembaga pemsyarakatan mondar-mandir di rumah sakit terbesar di Bali dan Nusa Tenggara ini.

Usut punya usut, kehadiran para petugas lapas di RSUP Sanglah Denpasar, ini tak lain karena adanya insiden yang terjadi di Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar

Sebanyak 21 warga binaan perempuan (WBP) kasus narkotika penghuni Lapas Perempuan II A Denpasar masuk rumah sakit usai menggelar pesta disinfektan oplosan.

Pesta yang diduga digelar WBP di tiga blok secara bertahap sejak Selasa (8/6) hingga Rabu (9/6) itupun akhirnya berujung ‘maut’.

Dari total 21 orang WBP, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan lainnya, dari data yang disampaikan Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Lili harus menjalani perawatan intensif.

“Dua WBP menjalani cuci darah, satu lagi meninggal pagi tadi (Jumat 11/6),”tegas Lili saat dikonfirmasi awak media di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Jumat (11/6).

Lebih lanjut, Lili menjelaskan, terkait identitas napi perempuan yang tewas akibat meminum cairan oplosan, yakni berinisial RT.

Kata Lili, RT berasal dari Jakarta dan merupakan narapidana kasus narkoba yang dihukum penjara 5 tahun.

“Yang bersangkutan (RT) baru menjalani (hukuman penjara) dua tahun,” terang Lili di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Jumat (11/6/2021).

Sementara itu, terkait 21 narapidana korban disinfektan oplosan, ia menyatakan bahwa seluruhnya merupakan narapidana kasus narkoba yang tinggal di di tiga blok berbeda di lingkungan Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar. 

Para napi ini, dikatakan nekat menenggak cairan disinfektan yang dicampur Nutrisari karena diduga terbiasa mengkonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang sebelum masuk ke dalam Lapas.

“Tadi pagi saya tanya. Mereka bilang kami di luar biasa, jadi di sini kami tidak ada narkoba,” ujar Lili menirukan keterangan beberapa warga binaan tersebut.

Lanjut dia, karena kebiasaan mengkonsumsi nakroba dan alkohol sebelum menjadi warga binaan, puluhan wanita itu akhirnya mencari alternatif lain saat di dalam Lapas.

“Mereka dengan segala cara bagaimana mereka bisa mabuk-mabuk di Lapas. Jadi berpikirnya gimana caranya biar mereka bisa mungkin pesta-pesta bermabuk-mabukan,” terangnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply