KPK Dilemahkan, Mahasiswa dan Pelajar di Bali Bikin Konser Perlawanan

DENPASAR – Isu dugaan pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini memang mencuat. Salah satunya dengan mengurangi atau mengeluarkan sejumlah pegawai KPK yang memegang kasus besar saat ini.

Hal ini pun disikapi oleh organisasi mahasiswa dan pelajar di Bali. Yakni Front Demokrasi Perjungan Rakyat (Frontier-Bali) dan Aliansi Pelajar Bali memilih menggelar acara konser musik dan juga pameran karya dari beberapa komunitas seni yang bertajuk “Bersama Kita Perangi Korupsi.

Acara yang digelar pada Kamis, (10/6/)2021) di Haluan Coffee Jalan Nangka Selatan, Denpasar, pun menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Kaesang Tak Sabar Persis Jajal Bali United, Responnya Tak Terduga

Disebutkan, acara ini dibuat sebagai bentuk solidaritas terhadap pegawai (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang dipecat dengan melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dibuat oleh Pimpinan KPK.

Mereka menyebut bahwa pemecatan 51 Pegawai KPK yang betintegritas tersebut adalah upaya pelemahan KPK.

Natri Krisnawan selaku sekjen Frontier-Bali mengungkapkan bahwa acara ini adalah bentuk perlawanan dari mahasiswa dan pelajar terhadap adanya usaha pelemahan KPK.

“Acara ini diinisiasi oleh Frontier-Bali dan Aliansi Pelajar Bali sebagai bentuk perlawanan kami terhadap pelemahan KPK yang dilakukan pimpinannya” ungkap Natri.

Lebih lanjut, Natri mengatakan bahwa usaha pelemahan itu antara lain adalah diskriminasi dan kriminalisasi terhadap 51 pegawai KPK, sampai pada revisi Undang-undang KPK yang mengamanatkan pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pada akhirnya menghasilkan Test Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai acuan pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN.

“Jelas ini pelemahan KPK karena yang dipecat adalah pegawai yang beritegritas dan sedang menangani kasus korupsi yang merugikan negara triliunan lebih.” lanjutnya.

Di sisi lain, Mony Artha selaku koordinator acara mengatakan bahwa dalam acara ini juga membuka kotak donasi untuk Koden yang merupakan vokalis band punk asal Bali, Natterjack.

Hal tersebut adalah bentuk solidaritas dan rasa kemanusiaan terhadap vokalis band Natterjack karena sikap kritisnya terhadap isu-isu sosial yang dituangkan dalam lagu-lagunya.

“Ini bentuk dukungan terhadap koden supaya cepat sembuh dari penyakitnya,” tegas Mony.

Acara ini dimeriahkan oleh beberapa band yang tidak asing bagi kalangan anak muda seperti Reinover, Tersoerah, Iron Head, Dan Cats Roll. Tidak hanya itu, acara ini juga diramaikan oleh buku-buku menarik dari Gerai Baca Frontier, pameran karya dari komunitas seni seperti iris tipis, alas kaki, gazebo belakang dan juga asam lambung.

Total karya yang di pamerkan yaitu berjumlah 15 karya lebih yang berupa lukisan, karikatur, komik, dan juga karya tulis seperti opini dan puisi. Acara juga dimeriahkan pembacaan puisi dari Arika Dharma, Yan Satya, Gung Surya dan juga Yudis serta orasi.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply