Dana BHP Tak Cair, Upah Petugas Kebersihan Gianyar Tersendat

GIANYAR – Dana Bagi Hasil Pajak (BHP) untuk desa di Gianyar belum cair. Akibatnya, upah petugas kebersihan tersendat. Seperti yang terjadi di Kantor Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh. Perbekel Desa Medahan, I Wayan Bhuana membenarkan situasi tersebut.

“Gak ada yang mogok disini, buktinya semua jalan seperti biasa. Karena saya sudah sampaikan dengan tegas, bukan mereka saja yang kena imbas. Desa lain juga, bahkan kami di desa Medahan kan beberapa anggaran sumber BHP (Bagi Hasil Pajak) kondisi saat ini saling mulat sarira (instrospeksi diri),” ujarnya, Jumat (11/6).

Bhuana mengakui, petugas kebersihan memang belum dapat upah hingga bulan ini. Sehingga pihaknya harus menalangi terlebih dahulu. “Jujur ya, operasional jalan, kaki talangi, kami gak mau, karena pelayanan harus jalan. Meski kita tahu masyarakat belum kena iuran pungutan sampah,” ujarnya.

Baca juga: Baru Dilantik, Kadiskes Buleleng Langsung Diberi PR Genjot Vaksinasi

Pihaknya berharap semua pihak bisa saling memahami. “Terlambat sehari dan beberapa jam maklumi, sekarang kita sudah tutupi ndak ada yang terlambat,” jelasnya.  

Di Desa Medahan, ada 6 pekerja kebersihan di Desa Medahan. Setiap tahunnya pihak desa menganggarkan Rp 260 juta untuk operasional truk sampah yang bersumber dari BHP. Bhuana menegaskan kembali, tidak ada yang mogok, semua berjalan lancar.

“Ndak ada yang mogok biar gak miss. Siang ini semua sampah sudah tertangani dengan baik, kita komitmen dengan staf, anggaran setahun Rp 260 juta dari BHP,” ungkapnya. 

Untuk ke depannya, pihaknya sedang melakukan pembahasan terkait anggaran. Pihaknya akan berkordinasi dengan desa adat agar desa adat bisa membantu sementara hingga dana BHP turun.

“Dari sini kita tadi bahas masalah anggaran, kordinasi dengan desa Adat. Karen dana BHP belum turun, minta desa Adat mengatasi sementara. Kita tetap kordinasi. “Tyang komitmen tidak ada sampah numpuk di pinggir jalan,” pungkasnya. 

Di bagian lain, Perbekel Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Made Andika juga mengakui dana BHP hingga kini tidak cair. Bedanya, BHP di Desa Sayan tidak dianggarkan ke pelayanan sampah.

“Kami di Desa Sayan memang tidak ada armada truk sampah. Saat ini kami fokus di bank sampah,” ujarnya. 

Selama ini sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Sayan diangkut oleh banjar setempat. Biaya operasional juga dari banjar.

“Sementara kami tidak ikut didalamnya. Rencana baru tahun depan kami buat TPS 3 R, sesuai dengan blue print desa kami,” pungkasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply