21 Napi Cewek Lapas Denpasar Minum Disinfektan karena Sakau Narkoba

DENPASAR – Kasus napi perempuan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar minum disinfektan campur Nutrisasi terus bertambah. Kini diketahui, napi yang minum dan keracunan mencapai 21 orang.

Kini muncul dugaan mereka melakukan itu karena ketagihan narkoba atau disebut dengan bahasa tren sakau.

Pengoplos minuman itu adalah RP, wanita asal Jakarta. Dia tewas di RSUP Sanglah, Jumat pagi (11/5).

Baca juga: Ditjen AHU Perkuat Sinergitas Kerjasama Penegakan Hukum Batas Negara

Informasi yang dihimpun Radarbali.id, 21 wanita ini merupakan napi narkoba Lapas Perempuan Klas IIA. Diketahui bahwa mereka merupakan pemakai narkoba kelas berat.

“Diduga mereka itu sakau sehingga mengalami halusinasi. Penderita menganggap dirinya wajar minum disinfektan dicampur Nutrisari, sedang orang normal melihat hal tersebut sebagai keanehan,” beber sumber petugas lapas ditemui di RS Sanglah.

Sumber yang meminta agar namanya tak disebut ini menjelaskan, mereka keracunan karena minum bahan kimia (Disinfektan) obat untuk membasmi kuman penyakit, lalu dimix dengan
minuman sari buah (Nutrisari). 

“Ya mereka itu sakau. Orang-orang sakit itu yang nekat komsumsi minuman itu. Infonya mereka ingin mabuk-mabukan makanya dikonsumsi beramai-ramai,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Lapas Perempuan Klas IIA Denpasar Lili membenarkan bahwa satu di antara napi perempuan tewas. Dua lagi cuci darah dan yang lainnya dirawat biasa.

“Jadi ada 21 napi perempuan konsumsi minuman yang awalnya dikira Miras. Setelah mengetahui ada yang meningal, lainya mengaku ikut minum. Dan belakangan baru diketahui minuman itu dicampur disinfektan dan Nutrisari,” bebernya.

Pengakuan itu tentu saja mengagetkan pihak lapas, sehingga dengan sigap sejumlah napi yang mamgaku kesakitan langsung di bawa ke RSUP Sanglah untuk dirawat.

Itu dilakukan demi mengutamakan keselamatan para napi atau sering disebut warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini.

“Langsung dilarikan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Sanglah. Salah satu diduga pengoplos RP itu tidak tertolong dan meninggal dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi IGD RSUP Sanglah dr. I Made Mulyawan membenarkan terkait adanya Pesian Napi Wanita Lapas Kerobokan yang dirawat di UGD.

Dijelaskan, diduga penyebabnya intoksikasi atau keracunan. Awalnya 4 wanita, Kamis (10/6) sekitar pukul 15.30. Kemudian menyusul 17 orang wanita Jumat (11/6) 11.00. Totalnya mencapai 19 pasien.

“Mereka keracunan. Satu meninggal,” tutupnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply