Puluhan Laptop Pemberian Pemkab Badung Hilang di Sekolah

MANGUPURA Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengeluarkan kebijakan pemberian laaptop kepada siswa maupun sekolah SD maupun SMP di Badung.

Namun dalam perjalanannya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mencatat ada puluhan yang hilang. Sehingga diharapkan sekolah memperketat pengelolaan laptop di sekolah masing-masing.

Pelaksana Tugas (Plt) Disdikpora Badung, Made Mandi mengakui laptop yang diberikan kepada siswa harus dijaga dengan baik. Sebab laptop tersebut bisa digunakan dan bermanfaat untuk menunjang proses pembelajaran siswa. Terlebih di masa pandemi ini dominan siswa melakukan pembelajaran daring.

Baca juga: Pria Jateng Ditemukan Tewas saat Akan Check Out dari Hotel di Kuta

“Jadi pengelolaan laptop perlu dilakukan dengan ketat. Jangan sampai sekolah tidak punya data terkait laptop itu,” jelas Mandi dikonfirmasi,  Rabu (9/6).

Pihaknya menginginkan pihak sekolah menjaga dengan baik laptop yang diberikan. Mengingat pencurian laptop marak terjadi di Badung khususnya di wilayah Badung utara.

“Kami harap semua pihak dan juga pihak sekolah bersama-sama turut serta menjaga dan merawat laptop tersebut dengan baik,” beber Sekretaris Disdikpora Badung ini.

Secara terpisah, Kabid  Gedung dan Sarana Disdikpora Kabupaten Badung, Putu Roby Widya Harsana mengakui sampai saat ini ada puluhan laptop siswa yang dilaporkan hilang.

Sesuai catatan Disdikpora ada sebanyak 71 laptop yang dilaporkan hilang dari 27.213 laptop yang diberikan ke sekolah. Semua laptop yang hilang itu pun ada di beberapa sekolah SD dan SMP yang ada di Badung.

Rinciannya  untuk laptop SD kelas 5 hilang 33 unit dari  21 sekolah. Begitu juga untuk SD kelas 6 hilang 36 unit dari 26 sekolah. Sementara untuk  SMP hilang 2 unit dari  2 sekolah.

Terkait hilangnya laptop tersebut sudah dilaporkan ke aparat terkait.

“Untuk laptop yang hilang sudah dilaporkan kepada aparat terkait oleh pihak sekolah,”  bebernya.

Ia menjelaskan, laptop paling banyak diberikan pada sekolah Dasar yakni mencapai 17.936 untuk 249 sekolah yang ada di Badung. Sedangkan untuk SMP diberikan 9.277 laptop untuk 28 sekolah yang ada.

“Sesuai laporan paling banyak hilang laptop di SD. Karena SD banyak dan lokasinya ada di setiap desa-desa,” terangnya.

Sementara mengenai tindak lanjut terkait kasus kehilangan laptop tersebut, pihaknya mengaku terus berkoordinasi dengan kepala sekolah.  Lebih lanjut, kehilangan laptop yang terjadi selama ini merupakan musibah.

Pihaknya tidak bisa menyalahkan sekolah maupun siswa. Namun yang jelas kalau ada kehilangan pihaknya menyerahkan semuanya pada aparat kepolisian.

“Jadi yang saya tahu setiap kehilangan sudah dilaporkan. Polisi juga sudah melakukan penyidikan termasuk kepada guru dan yang lainnya, ” pungkasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply