Bahas Pemulihan Pariwisata Bali, Koster Temui Jokowi ke Istana

PERKEMBANGAN kasus positif Covid 19 di Bali memang konsisten masih berada di dua digit.

Peluang untuk membuka pariwisata internasional pun di depan mata.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengundang sejumlah pejabat untuk mengikuti rapat terbatas (Ratas) membahas hal ini.

Baca juga: Polisi Bekuk Residivis Kambuhan Spesialis Congkel Jok Motor

Khusus Bali, Gubernur Bali Wayan Koster langsung hadir untuk memenuhi undangan presiden.

Orang nomor 1 di lingkungan Pemprov Bali ini diundang mengikuti rapat terbatas dengan Presiden RI, Ir. Joko Widodo, di Istana Merdeka, Senin (7/6) lalu untuk membahas pemulihan pariwisata Bali. 

Dalam rapat terbatas itu, Presiden Jokowi didampingi oleh menteri Sekretaris Negara, sekretaris Kabinet, menteri pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menteri Keuangan, gubernur Bank Indonesia, dan ketua Otoritas Jasa Keuangan.

Saat rapat terbatas, Presiden Jokowi membahas 5 (Lima) topik penting untuk pemulihan pariwisata Bali

Pertama, pencapaian vaksinasi di Bali; kedua, pengetatan protokol kesehatan Covid-19;

ketiga, mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali; keempat, persiapan pembukaan koridor wisatawan mancanegara dengan protokol kesehatan secara ketat; dan

kelima, menyeimbangkan perekonomian Bali dengan ekonomi kreatif, ekonomi digital dan peningkatan ekspor sehingga tidak terlalu bergantung dari pariwisata.

Sementara, Gubernur Bali Wayan Koster saat rapat terbatas, melaporkan beberapa hal penting.

Pertama, pencapaian program vaksinasi.

Di hadapan presiden, Koster menyampaikan jika Bali telah menerima sekitar 3 juta dosis vaksin (50%) dari jumlah kebutuhan vaksin melalui Menteri Kesehatan.

Program vaksinasi massal dilaksanakan bersinergi dengan para bupati/walikota se-Bali dan didukung oleh Polda Bali, Kodam IX/Udayana, Perguruan Tinggi, fasilitas kesehatan milik pemerintah dan swasta, hotel, dan fasilitas umum lainnya.

Saat penyampaian laporan, hingga tanggal 6 Juni 2021, vaksinasi tahap pertama (suntikan ke-1) sudah mencapai lebih dari 1,4 Juta orang (47%) dan vaksinasi tahap kedua (suntikan ke-2) telah mencapai lebih dari 659 ribu orang (22%).

Untuk itu, guna mencapai kekebalan komunitas (herd immunity), imbuh Koster, Bali masih memerlukan sekitar 6 Juta dosis vaksin untuk vaksinasi 3 Juta penduduk (70%) dari total jumlah penduduk Bali

Kedua, dampak vaksinasi sudah mulai terlihat dari menurunnya kasus baru Covid-19, rata-rata kurang dari 50 kasus baru per hari yang semakin menurun, tingkat kesembuhan semakin meningkat mencapai angka lebih dari 95% (diatas rata-rata nasional, 91%).

Kemudian tingkat kematian mencapai 3, 71% atau cendrung menurun (namun masih diatas rata-rata nasional 2, 78%), yaitu kurang dari 5 orang per hari, dan jumlah kasus aktif mencapai kurang dari 1% yang terus menurun (di bawah rata-rata nasional 5,24%), yaitu 473 orang (227 orang dirawat di rumah sakit dan 246 orang di isolasi/karantina).

“Ketiga, Bali masih memerlukan tambahan 3 juta dosis vaksin (total kebutuhan 6 juta dosis vaksin) guna menuntaskan target vaksinasi untuk 3 juta penduduk,”terang Gubernur Wayan Koster.

Selanjutnya, poin keempat, dampak Covid-19 telah berdampak sangat serius terhadap pariwisata dan perekonomian Bali, pertumbuhan perekonomian Bali mengalami kontraksi sangat dalam yaitu pada tahun 2020 mengalami kontraksi 9,3% (negatif), dan pada triwulan pertama tahun 2021 mengalami kontraksi 9,8% (negatif).

“Kondisi ini harus cepat diatasi dengan kebijakan khusus yang bersifat spasial untuk Bali, agar pariwisata dan perekonomian Bali tidak semakin terpuruk,” ujar Koster saat menyampaikan hasil pertemuan tersebut pada Kamis (10/6).

Sumber Radar Bali

Leave a Reply