Tempel Sabu di 70 Lokasi di Denpasar dan Badung, Darmadi Dituntut 12 Tahun Penjara

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pernah mendekam di penjara tahun 2014 karena kasus narkotik, tidak membuat I Wayan Darmadi (43) jera.

Keluar dari penjara, ia kembali terjun sebagai kurir, menempel narkotik jenis sabu.

Dua minggu bekerja, Darmadi telah menempel sabu di 70 lokasi seputaran Denpasar dan Badung.

Namun pekerjaannya itu tidak berlangsung lama, setelah ia diringkus petugas kepolisian Polresta Denpasar dengan barang bukti berupa 13 paket sabu seberat 11,85 gram.

Baca juga: Tak Terima Divonis 8 Tahun Penjara karena Kuasai Sabu, Adhi Aryana Ajukan Banding

Kini atas perbuatannya, terdakwa kelahiran Karangasem, 31 Desember 1978 ini harus kembali meringkuk di sel penjara, setelah dituntut 12 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Surat tuntutan sudah dibacakan. Terdakwa dituntut pidana penjara selama 12 tahun, dan pidana dendanya Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara,” terang Pipit Prabhawanty selaku penasihat hukum terdakwa, Rabu 9 Juni 2021.

Dikatakan Pipit, JPU I Gusti Lanang Suyadnyana dalam surat tuntutan menyatakan, bahwa perbuatan kliennya tersebut dinilai melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

“Oleh jaksa, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman beratnya lebih dari 5 gram,” papar pengacara dari Pusat Bantuan (PBH) Peradi Denpasar ini.

Terhadap tuntutan JPU itu, terdakwa serta penasihat hukumnya akan menanggapi melalui pembelaan (pledoi) secara tertulis.

“Pledoi akan dibacakan pada sidang minggu depan,” ungkap Pipit.

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply