Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Kusamba Terendam

SEMARAPURA-Puluhan rumah warga di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, Rabu pagi (9/6) terendam.

Banjir yang merendam puluhan rumah warga Kusamba, ini diduga akibat dampak hujan deras yang mengguyur wilayah Kusamba sejak pukul 05.00 WITA.

Akibat guyuran hujan deras menyebabkan air sungai Candi Gara di Desa Kusamba, Dawan meluap.

Baca juga: 4 Pejabat Berebut Jabatan Sekda Jembrana, Bupati Minta Ada Chemistry

Pantauan Jawa Pos Radar Bali di lokasi banjir, ketinggian air luapan sungai Candi Gara yang merendam puluhan rumah warga berkisar antara 30-100 sentimeter.

Puluhan warga yang rumahnya terendam tampak berusaha menyelamatkan sejumlah barang berharga ke tempat yang lebih aman.

Salah satunya seperti yang dialami Ketut Sutami, 58. Menurutnya, sebelum warung dan rumahnya terendam, hujan deras sempat terjadi di Kusamba sejak Rabu pagi.

Melihat kondisi itu, ia langsung mengamankan sejumlah barang dagangannya.

“Saya sudah ada firasat, karena setiap hujan deras, pasti air sungainya meluap dan akhirnya banjir. Jadi saat hujan deras, saya sudah mulai mengamankan barang-barang yang ada. Itu karena terjadi pendangkalan sungai. Terakhir dikeruk itu, sudah lama sekali. Saya sampai lupa tahun berapa,” katanya.

Hanya saja, imbuh Sutami, banjir akibat luapan sungai kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Dikatakannya, dari awalnya ketinggian air yang merendam rumah dan warungnya setinggi lutut orang dewasa sekitar pukul 07.00 WITA, kondisi ketinggian air diakui Sutami terus naik hingga sepinggang orang dewasa.

“Kalau rumah yang di dalam ketinggian air sudah sampai pinggang. Karena di sini lebih tinggi datarannya, jadi baru sampai di atas lutut. Untuk tahun ini, ini banjir yang paling parah,” ujarnya.

Khawatir ketinggian air yang merendam warungnya terus meningkat, ia pun mematikan saluran listrik agar tidak ada korban akibat tersetrum.

Selain itu, ia juga mulai mengevakuasi alat elektroniknya seperti kulkas ke gudang yang tidak terkena banjir.

“Listrik saya matikan, takutnya nanti tersetrum,” terangnya.

Hal serupa juga diungkapkan warga Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Komang Sayoga.

Menurutnya ketinggian banjir terus meningkat. Yang awalnya setinggi lutut pukul 08.00 akhirnya mencapai paha orang dewasa sekitar pukul 10.00.

Sepeda motor yang awalnya terparkir di halaman rumah akhirnya dibawa naik ke teras rumah yang posisinya lebih tinggi.

Begitu juga kasur dan barang lainnya dibawanya ke lantai atas.

“Saya juga sempat membantu tetangga. Yang rumahnya lebih rendah, motornya terendam. Ada juga kasurnya terendam. Ada yang punya usaha kayu bakar, banyak yang hanyut kayu bakarnya,” bebernya.

Lebih lanjut, ia mengaku terpaksa absen bekerja karena peristiwa banjir tersebut.

Mengingat sepeda motornya tidak mungkin keluar dari banjir yang tingginya sudah mencapai pinggang orang dewasa.

“Banyak yang tidak bisa kerja karena banjir ini,” ungkapnya.

Sementara itu Perbekel Kusamba, Nengah Semadi Adnyana saat dikonfirmasi terpisah menuturkan meluapnya air Sungai Candi Gara memang kerap terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengusulkan untuk dilakukan normalisasi akibat pendangkalan di Sungai Candi Gara mengalami sejak dua tahun lalu.

Bahkan menurutnya usulan itu juga sempat disampaikan perbekel sebelumnya.

“Dua tahun lalu penanganan telah dilakukan di hilir sungai, hanya saja baru beberapa meter dan tidak ada kelanjutannya hingga saat ini. Normalisasi sungai ini menjadi usulan prioritas kami di desa,” katanya.

Berkaitan peristiwa meluapnya air Sungai Candi Gara kemarin, diungkapkannya ada puluhan rumah warga yang terendam.

Itu tersebar di wilayah Banjar Pancingan, Banjar Manggis, dan sebagian wilayah Banjar Anyar. “Saya berharap, hal ini bisa segera tertangani. Mengingat banjir terjadi setiap hujan deras turun,” tandasnya.

Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta yang mendapat informasi terjadinya banjir di Desa Kusamba pun langsung turun ke lokasi.

Setelah berembuk dengan sejumlah warga, Kasta langsung menugaskan personel BPBD Klungkung untuk melihat hulu sungai yang dimungkinkan terjadi pembagian air ke Sungai Candi Gara lebih banyak.

“Saya sudah tugaskan BPBD untuk mengecek,” tukasnya.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply