Rumah Ludes Tinggal Puing, Hanya Tersisa Pakaian Melekat di Badan

SALAH satu keluarga miskin di Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali tertimpa musibah.

Rumah yang mereka huni ludes terbakar. Atas musibah yang dialami keluarga miskin ini, sejumlah relawan kemanusiaan kini tengah menggalang bantuan, agar mereka memiliki rumah yang bisa dihuni kembali.

EKA PRASETYA, Gerokgak

Baca juga: Polda Dukung Langkah ESI Bali Edukasi Milenial Bijak Memanfaatkan IT

SISA pakaian yang tersambar api, terlihat berserakan di halaman rumah. Sementara bangunan rumah berukuran 5×6 meter itu, sudah tak utuh lagi.

Hanya ada separo batako yang masih berdiri tegak. Sedangkan tembok anyaman bambu dan atap, sudah tak utuh lagi.

Kadek Arya Dana, 31, hanya bisa terduduk lesu.

Pria yang bermukim di Banjar Dinas Merta Sari itu, sama sekali tak menyangka rumah yang ia tinggali bersama istri dan seorang anaknya itu akan ludes terbakar. Tersisa puing semata.

Rumah yang ditinggali keluarga ini terbakar sekitar pukul 23.45, Selasa (8/6) malam.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sebab keluarga itu tengah menginap di rumah orang tua Kadek Arya Dana.

Insiden kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Wayan Suasana, tetangga korban.

Saat itu, Suasana nmelihat api dari sudut timur bangunan rumah. Di lokasi itu pula terdapat sebuah pelangkiran yang biasa digunakan keluarga ini saat memanjatkan doa.

Diduga kebakaran dipicu oleh dupa yang diletakkan pemilik rumah. Hal itu juga diamini Kadek Arya Dana. Ia sempat memanjatkan doa sebelum meninggalkan rumah.

Sayangnya ia lupa memadamkan dupa tersebut.

Perbekel Patas I Kadek Sara Adnyana menyebut, keluarga itu termasuk salah satu keluarga miskin di Desa Patas.

Tak ada barang berharga yang tersisa. Hanya pakaian yang melekat di badan.

“Memang ada pakaian yang berserakan di halaman rumah. Tapi itu sudah rusak terbakar. Sama sekali tidak ada yang tersisa. Hanya pakaian yang ada di badan mereka saja,” kata Sara.

Menurutnya keluarga itu sejatinya tak memiliki lahan sendiri. Rumah itu pun berdiri di atas lahan milik orang lain. Sebab mereka bekerja sebagai petani penggarap di lahan tersebut.

“Istilahnya nyakap (petani penggarap) di sana. Makanya dikasih lahan untuk bangun rumah. Sekarang rumahnya sudah terbakar, mereka juga bingung mau tinggal di mana lagi,” katanya lagi.

Sejauh ini beban keluarga itu sudah mulai diringankan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah menyerahkan sejumlah bantuan.

Pihak relawan juga turut menyerahkan bantuan sembako. Bahkan ada pula relawan yang menggalang bantuan agar keluarga ini bisa membangun rumah lagi.

Salah satunya dilakukan lewat oleh pegiat sosial Niken Puji Astuti yang kini bergiat di Yayasan Angel Hearts. Niken mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah relawan untuk membantu keluarga ini.

“Kami sudah sebar informasinya di komunitas relawan. Berbagai donasi kami terima. Entah itu sembako, pakaian layak pakai, maupun pakain sekolah untuk anaknya. Sekaligus menggalang donasi juga untuk rehab rumah keluarga ini,” kata Niken.

Sumber Radar Bali

Leave a Reply