Menkop UKM Teten Masduki Sebut Masyarakat Bali Haruslah Mempertajam Pemahaman Terkait Digitalisasi

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ditemui dalam acara silahturahmi dan diskusi Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan GIPI/Bali Tourism Board (BTB) terkait Pengembangan UKM Berbasis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Provinsi Bali pada Selasa 8 Juni 2021, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Republik Indonesia, Teten Masduki mengatakan, bahwa di dalam masa survival seperti sekarang ini, Bali haruslah mengubah mindsetnya.

Menurutnya, adapun salah satu caranya yaitu dengan mempertajam pemahaman terkait digitalisasi agar dapat bersaing di pasar internasional.

“Bukan lagi Bali dikunjungi dunia tapi Bali mengunjungi dunia. Jadi, disini digitalisasi menjadi penting. Banyak produk kreatif, komoditi dan lainnya yang bisa go global,” sebutnya ketika dijumpai Tribun Bali di Gedung BTB, Jalan Raya Puputan No. 41, Denpasar, Bali.

Dirinya juga menuturkan, bahwa adapun pembelajaran dari pandemi ini, yakni Bali harus melakukan transformasi, sehingga tidak hanya mengandalkan pariwisata, melainkan dapat mengembangkan industri berbasis lainnya, mulai dari komoditi-komoditi unggul seperti cokelat, kopi, buah tropis, herbal, dan bahan baku kelautan serta masih banyak lainnya.

Baca juga: OJK Gelar Webinar Security Crowdfunding, UMKM Diharapkan Mendapatkan Wawasan

Dirinya juga mengingatkan agar Sumber Daya Manusia (SDM) dan modal bisnisnya haruslah dibangun.

Teten Masduki menilai bahwa di masa seperti sekarang ini, Bali harus mulai memikirkan cara agar tetap mendatangkan turis dengan meyakinkan turis bahwa Bali aman, baik dari segi fasilitas kesehatan, protokol kesehatan (prokes) di berbagai tempat seperti restoran, hotel hingga bandara.

Menurutnya, hal tersebut dapat dijual guna menarik minat wisatawan untuk datang ke Bali.

“Kita harus sudah mulai berdampingan dengan virus dan menganggap virus menjadi hal biasa atau seperti virus flu dan TBC begitu. Apalagi sekarang vaksinasi di Bali sudah sampai 40 persen lebih jadi kalau sampai 70 persen saya kira sudah aman,” kata Teten Masduki.

Dalam kesempatan tersebut, Teten Masduki juga menyinggung terkait program Work From Bali (WFB).

Teten Masduki menyebut bahwa semasa pandemi, Bali terbilang terkontraksi paling tajam, sehingga dengan adanya WFB diharapkan dapat membantu menghidupkan perekonomian Bali.(*).

Baca juga: Bisnis UMKM Menggeliat Saat Turnamen Esport Kill The LAst Bali

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali

Leave a Reply